Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi Ungkap 3 Langkah untuk Cegah Penyebaran Hoax Jelang Pemilu 2024

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 15 November 2023 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi. (Facebook.com/@Budi Arie Setiadi)

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi. (Facebook.com/@Budi Arie Setiadi)

LINGKARNEWS.COM – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meminta semua pihak untuk turut berpartisipasi dalam Kampanye Pemilu Damai 2024.

Terutama dalam mencegah penyebaran hoax.

Menteri Kominfo, Budi Arie Setiadi mengatakan ada tiga langkah untuk mencegah penyebaran hoax.

Salah satunya dengan bersikap kritis terhadap informasi yang diterima.

“Pertama, jangan langsung menyebarkan informasi yang diterima.”

Baca artikel lainnya di sini :Dugaan Hoaks Lewat Medsos, Jubir TPN Ganjar Mahfud, Aiman Witjaksono Diadukan 6 Laporan Polisi ke Polda

“Kedua, periksa kebenaran informasi yang kita terima dengan memeriksa sumber informasi resmi,” ungkap Budi Arie dalam keterangannya.

“Ketiga, pelajari dulu apakah pesan atau informasi tersebut akan bermanfaat jika disebarkan.”

“Jika informasinya benar namun tidak bermanfaat atau bahkan berpotensi menimbulkan perpecahan, maka jangan disebarkan,” sambungnya.

Baca artikel lainnya di sini :Prabowo – Gibran Berangkat Bareng ke KPU Gunakan Bus Listrik, Nusron Wahid Ungkap Alasannya

Budi Arie menegaskan, pencegahan penyebaran hoax membutuhkan partisipasi masyarakat.

Hal ini merupakan bagian dalam menciptakan pesta demokrasi yang berkualitas.

“Ingat rekan-rekan semua, Pemilu 2024 adalah agenda kita semua. Agar penyelenggaraannya bisa kita rayakan bersama.”

“Maka dibutuhkan kontribusi dari semua pihak untuk menjaga kualitas pelaksanaannya,” tuturnya.

Berdasarkan data terbaru Tim AIS Kementerian Kominfo, lanjut Budi, sebaran hoax terkait Pemilu 2024 mencapai 117 isu.

Ratusan hoax itu tersebar di berbagai platform media sejak Januari 2022.

“Persebaran hoaks di ruang digital juga menjadi tantangan dalam penyelenggaraan pemilu 2024,” ucapnya.

“Sepanjang Januari 2022 hingga 12 November 2023 saja, Kementerian Kominfo telah mengidentifikasi 117 isu hoaks.”

“Mengenai Pemilu yang ditemukan pada berbagai platform digital,” imbuhnya.***

Berita Terkait

Kontroversi Vonis Tom Lembong Perkuat Desakan Reformasi Peradilan Indonesia
RUU KUHAP Dibahas DPR, KPK Tak Pernah Dilibatkan Sejak Penyusunan DIM
Jokowi Tanggapi Usulan Pemakzulan Gibran Rakabuming, Tegaskan Pemilu Presiden-Wapres Satu Paket
Jokowi Tanggapi Usulan Pemakzulan Gibran Rakabuming, Tegaskan Pemilu Presiden-Wapres Satu Paket
Kepala PCO Hasan Nasbi Sebut Reshuffle Kabinet Prabowo Mungkin Terjadi, Tapi Masih Jadi Hak Prerogatif
Gibran – Megawati Bertemu di Hari Pancasila, Partai Golkar: Ini Sinyal Baik untuk Persatuan Nasional
Polemik Ketua Umum PPP Memanas, Romahurmuzy dan Yahidin Saling Serang Menjelang Muktamar Partai
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi Tanggapi Terkait Soal Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih

Berita Terkait

Senin, 21 Juli 2025 - 14:19 WIB

Kontroversi Vonis Tom Lembong Perkuat Desakan Reformasi Peradilan Indonesia

Jumat, 18 Juli 2025 - 08:18 WIB

RUU KUHAP Dibahas DPR, KPK Tak Pernah Dilibatkan Sejak Penyusunan DIM

Senin, 9 Juni 2025 - 09:24 WIB

Jokowi Tanggapi Usulan Pemakzulan Gibran Rakabuming, Tegaskan Pemilu Presiden-Wapres Satu Paket

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:15 WIB

Jokowi Tanggapi Usulan Pemakzulan Gibran Rakabuming, Tegaskan Pemilu Presiden-Wapres Satu Paket

Kamis, 5 Juni 2025 - 11:51 WIB

Kepala PCO Hasan Nasbi Sebut Reshuffle Kabinet Prabowo Mungkin Terjadi, Tapi Masih Jadi Hak Prerogatif

Berita Terbaru