Jelang Hari Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, Harga Cabai dan Bawang di Pasar Senen Mulai Naik

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 24 Desember 2022 - 15:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

harga cabai dan bawang di Pasar Senen mulai naik. (Pexels.com/artem beliaikin)

harga cabai dan bawang di Pasar Senen mulai naik. (Pexels.com/artem beliaikin)

LINGKARNEWS.COM – Mendekati hari Natal 2022, harga kebutuhan bahan pokok seperti cabai dan bawang di pasar tradisional Pasar Senen, Jakarta, mulai mengalami kenaikan.

“Sudah mulai naik daripada minggu kemarin, naik Rp5.000 lah,” kata Wihara, pedagang cabai.

Cabai merah keriting menjadi Rp30.000 per kilogram, cabai merah besar menjadi Rp25.000 per kilogram, cabai hijau Rp20.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp40.000 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp45.000 per kilogram.

“Rawit hijau bisa jadi Rp50.000 dari Rp30.000 tapi enggak ngaruh (ke omzet) karena tukang gorengan yang biasa beli jadi terpaksa,” ujar Sidiq, pedagang cabai.

Harga kenaikan komoditas bahan pokok juga diutarakan oleh Aceng, pedagang telur.

Ia mengaku harga telur ayam kampung naik menjadi Rp29.000 per kilogram dari yang semula Rp25.000. Begitu juga dengan telur bebek yang naik menjadi Rp28.000 per kilogram.

“Harga pada naik ya tapi mau bagaimana lagi, kita butuh untuk sehari-hari.”

“Dikurangi belinya juga tidak bisa karena butuhnya segitu. Semoga bisa segera turun,” kata Vita yang mengaku cukup keberatan dengan kenaikan harga bahan pokok.

Kenaikan harga turut diungkapkan Eti, pedagang bawang. Harga bawang merah kini menjadi Rp32.000 per kilogram, bawang putih Rp30.000 dan bawang bombai Rp20.000 per kilogram dengan kenaikan rata-rata Rp5.000 dibandingkan minggu sebelumnya.

Pembeli pun, disebutnya, cukup terkejut dengan kenaikan bahan pokok tersebut namun para pembeli tidak mengurangi jumlah pembelian karena sudah menjadi kebutuhan sehari-hari.

Jelang tahun baru, Eti memperkirakan akan kembali terjadi kenaikan harga dengan kisaran Rp3.000-Rp5.000, bergantung pada ketersediaan di petani dan juga proses distribusi barang.

“Kalau masuk banyak ya (harga) bisa standar, kalau masuk dikit, tahun baru kendaraan susah, jadi barang masuk dikit, naik,” ucapnya.

Ia pun berharap pemerintah bisa memahami kesulitan pedagang dan juga pembeli serta melakukan berbagai upaya agar stok bahan pokok aman dan harga terkendali.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Lingkarnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik
Hillcon Equity Manuver di Pasar, Investor Tunggu Arah Strategi Jangka Panjang
Press Release Berbayar: Kunci Publikasi yang Konsisten dan Transparan di Media
IHSG Melejit Usai Kesepakatan Dagang AS-Indonesia, Apa Risikonya?
Rice Transplanter Masuk Sawah, Produksi Padi di Kalbar Melesat
Danantara dan Rusia Bangun Galangan Kapal Hijau, Libatkan BUMN Strategis
Portal Ekonomi Baru Lahir: Indonomics.com Tawarkan Transparansi Informasi Korporasi untuk Pembaca Internasional
Kejagung Bongkar Skema Impor Minyak Pertamina: Sembilan Tersangka dan Lima Perusahaan Singapura Terlibat

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:15 WIB

Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:03 WIB

Hillcon Equity Manuver di Pasar, Investor Tunggu Arah Strategi Jangka Panjang

Jumat, 8 Agustus 2025 - 06:25 WIB

Press Release Berbayar: Kunci Publikasi yang Konsisten dan Transparan di Media

Selasa, 29 Juli 2025 - 13:56 WIB

IHSG Melejit Usai Kesepakatan Dagang AS-Indonesia, Apa Risikonya?

Senin, 23 Juni 2025 - 15:53 WIB

Rice Transplanter Masuk Sawah, Produksi Padi di Kalbar Melesat

Berita Terbaru