Selama Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, Kementerian ESDM Pastikan Suplai Energi Terjamin

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 26 Desember 2022 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suplai energi terjamin selama Natal dan Tahun Baru. (Pexels.com/Pixabay)

Suplai energi terjamin selama Natal dan Tahun Baru. (Pexels.com/Pixabay)

LINGKARNEWS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin keandalan suplai energi termasuk energi primer untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik selama libur Natal dan Tahun Baru 2023.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan keandalan pasokan energi primer untuk operasional pembangkit menjadi salah satu kunci keamanan ketersediaan listrik saat ini, terkhusus PLTU Suralaya yang berenergi primer batu bara dan menjadi salah satu tulang punggung sistem kelistrikan di Jawa, Madura, dan Bali.

“Signifikan perannya untuk sistem Jawa, Madura, dan Bali. Kami pastikan rantai pasok mulai dari energi primer sampai kesiapan operatornya hingga penyediaan listrik ke masyarakat bisa kami pastikan tercapai,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Minggu 25 Desember 2022.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam kesempatan berbeda mengatakan PLTU Suralaya yang berlokasi di Cilegon, Banten, berkapasitas 3.400 megawatt dapat beroperasi memenuhi kebutuhan listrik sistem Jawa, Madura, dan Bali selama libur Natal dan Tahun Baru 2023.

Menurutnya, PLTU Suralaya kini memasok 12 persen dari kebutuhan listrik di Pulau Jawa dan Bali, sehingga pembangkit listrik tenaga batu bara itu punya peran vital bagi kelistrikan di wilayah tersebut.

“Kalau Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, kondisi pasokan batu bara di PLTU Suralaya agak kritis, tahun ini sangat baik dan menjadi hari operasi terbaik sepanjang sejarah,” kata Darmawan.

Pada libur Tahun Baru 2022, kondisi pasokan batu bara PLTU Suralaya sempat berada dalam titik kritis dengan hari operasi kurang dari tujuh hari.

Sedangkan, libur Natal dan Tahun Baru 2023, pasokan batu bara telah mencapai 30 hari operasi.

Darmawan menuturkan capaian hari operasi yang panjang itu adalah hasil dari upaya PLN bersama pemerintah dan pemangku kepentingan pada industri batu bara domestik dalam memastikan ketersediaan energi primer terpenuhi.

Sejak awal 2022, PLN telah melakukan perubahan paradigma dalam monitoring dan pengendalian pasokan batu bara.

Semula pengawasan hanya berfokus pada titik bongkar atau estimated time of arrival (ETA), namun kini menjadi berfokus di titik muat atau loading.

Langkah pengawasan dilakukan tak hanya melalui fisik di lapangan tetapi juga dengan integrasi sistem monitoring digital antara sistem PLN dengan sistem pada Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM.

Sistem itu memberikan informasi target loading dan terintegrasi dengan sistem pada Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM yang mencatat realisasi loading dari setiap pemasok.

“Dengan sistem seperti ini, jika ada potensi kegagalan pasokan karena ketersediaan batu bara maupun armada angkutannya akan dapat dideteksi lebih dini.”

“Tak hanya itu, corrective action dapat dilakukan as early as possible sehingga kepastian pasokan dapat lebih terjaga,” pungkas Darmawan.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Lingkarnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik
Hillcon Equity Manuver di Pasar, Investor Tunggu Arah Strategi Jangka Panjang
Press Release Berbayar: Kunci Publikasi yang Konsisten dan Transparan di Media
IHSG Melejit Usai Kesepakatan Dagang AS-Indonesia, Apa Risikonya?
Rice Transplanter Masuk Sawah, Produksi Padi di Kalbar Melesat
Danantara dan Rusia Bangun Galangan Kapal Hijau, Libatkan BUMN Strategis
Portal Ekonomi Baru Lahir: Indonomics.com Tawarkan Transparansi Informasi Korporasi untuk Pembaca Internasional
Kejagung Bongkar Skema Impor Minyak Pertamina: Sembilan Tersangka dan Lima Perusahaan Singapura Terlibat

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:15 WIB

Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:03 WIB

Hillcon Equity Manuver di Pasar, Investor Tunggu Arah Strategi Jangka Panjang

Jumat, 8 Agustus 2025 - 06:25 WIB

Press Release Berbayar: Kunci Publikasi yang Konsisten dan Transparan di Media

Selasa, 29 Juli 2025 - 13:56 WIB

IHSG Melejit Usai Kesepakatan Dagang AS-Indonesia, Apa Risikonya?

Senin, 23 Juni 2025 - 15:53 WIB

Rice Transplanter Masuk Sawah, Produksi Padi di Kalbar Melesat

Berita Terbaru