Kok Bisa Ya Ada Pejabat Publik yang Usulkan Hapus 450 VA, Bawa Kepentingan Siapa Pak?

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 20 September 2022 - 18:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah. (Dok. Dpr.go.id)

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah. (Dok. Dpr.go.id)

LINGKAR NEWS – Media telah memberitakan bahwa pemerintah telah menegaskan bahwa tidak ada penghapusan atau pengalihdayaan pelanggan listrik dengan daya 450 Volt Ampere (VA).

Presiden memastikan, daya listrik 450 VA tidak akan dinaikkan menjadi 900 VA sebagaimana yang sudah disampaikan PT PLN (Persero) sebelumnya yang memastikan tidak ada penghapusan golongan pelanggan dengan daya 450 VA.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, daya listrik 450 VA juga tidak akan dinaikkan menjadi 900 VA dan tidak ada perubahan tarif listrik.

Usulan penghapusan daya listrik 450VA untuk rumah tangga miskin ini disampaikan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah.

Dengan alasan bahwa penghapusan 450 VA ini untuk penyesuaian dengan tingkat kebutuhan yang semakin lama semakin meningkat.

Namun Said Abdullah menilai hal itu tidak akan dieksekusi dalam waktu dekat ini, karena membutuhkan data penerima subsidi.

Sejak awal memang sangat ironis bahwa ide untuk menghapus daya listrik 450 VA ke 900 VA itu muncul dari Ketua Banggar DPR yang semestinya mempunyai sense of crisis terhadap kondisi rakyat yang saat ini masih lemah daya belinya.

Sehingga jadi tanda tanya bahwa DPR ini standingnya untuk kepentingan siapa? Rakyat atau Oligarki?

Patut diapresiasi pemerintah mengambil posisi untuk tidak mengakomodirnya karena jelas suara / usulan Banggar tersebut tidak mewakili keinginan rakyat.

Untuk dijadikan pelajaran, pejabat publik tersebut semestinya minta maaf karena tidak berempati kepada rakyat.

Jangan kejam lah kepada rakyat pak! Apakah bapak tidak pernah jadi rakyat?!

Oleh: Achmad Nur HidayatPakar Kebijakan Publik Narasi Institute.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Lingkarnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik
Hillcon Equity Manuver di Pasar, Investor Tunggu Arah Strategi Jangka Panjang
Press Release Berbayar: Kunci Publikasi yang Konsisten dan Transparan di Media
IHSG Melejit Usai Kesepakatan Dagang AS-Indonesia, Apa Risikonya?
Rice Transplanter Masuk Sawah, Produksi Padi di Kalbar Melesat
Danantara dan Rusia Bangun Galangan Kapal Hijau, Libatkan BUMN Strategis
Portal Ekonomi Baru Lahir: Indonomics.com Tawarkan Transparansi Informasi Korporasi untuk Pembaca Internasional
Kejagung Bongkar Skema Impor Minyak Pertamina: Sembilan Tersangka dan Lima Perusahaan Singapura Terlibat

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:15 WIB

Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:03 WIB

Hillcon Equity Manuver di Pasar, Investor Tunggu Arah Strategi Jangka Panjang

Jumat, 8 Agustus 2025 - 06:25 WIB

Press Release Berbayar: Kunci Publikasi yang Konsisten dan Transparan di Media

Selasa, 29 Juli 2025 - 13:56 WIB

IHSG Melejit Usai Kesepakatan Dagang AS-Indonesia, Apa Risikonya?

Senin, 23 Juni 2025 - 15:53 WIB

Rice Transplanter Masuk Sawah, Produksi Padi di Kalbar Melesat

Berita Terbaru