Anies Baswedan Dipanggil KPK, Inikah Upaya untuk Menjegal Calon Presiden 2024?

- Pewarta

Rabu, 7 September 2022 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mantan Gubernur DKI Jakarta, ANies Baswedan. (Dok. Lingkarnews.com/M. Rifai Azhari)

Ilustrasi mantan Gubernur DKI Jakarta, ANies Baswedan. (Dok. Lingkarnews.com/M. Rifai Azhari)

LINGKAR NEWS – Gubernur Jakarta Anies Baswedan hari ini dipanggil KPK untuk dimintai keterangan terkait penyelenggaraan Formula E.

Anies yang bulan depan jabatannya akan berakhir memang diprediksi menjadi calon kuat capres 2024 yang akan datang.

Sebelumnya gencar diberitakan bahwa Anies akan dimintai keterangan terkait penyelenggaraan Formula 1 di Jakarta.

Padahal mestinya KPK terlebih dahulu memanggil dan meminta keterangan ketua penyelenggara Formula 1 Ahmad Sahroni Anggota DPR RI sebelum meminta keterangan gubernur Jakarta Anies Baswedan.

Sejak menjabat sebagai gubernur Jakarta berpasangan dengan Sandiaga Uno sekarang Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Anies memang telah banyak melakukan program bagi Jakarta.

Dari mulai angkutan terintegrasi yang murah pembangunan stadion berskala internasional penyelenggaraan event internasional dan berbagai program yang dirasa meningkatkan citra ibukota.

Sehingga dengan banyak nya program tersebut nama Gubernur Anies Baswedan melambung sebagai capres pemilu 2024.

Mengapa Anies harus dijegal? Pertama, karena Anies potensial menang. Banyak pihak yang meyakini Anies tak terkalahkan jika nyapres di 2024.

Keyakinan ini bukan hanya datang dari para pendukung Anies, tapi juga dari mereka yang gak suka dan tidak ingin Anies jadi presiden.

Inilah alasan kenapa Anies harus dijegal. Kalau gak potensial menang, ngapain dijegal. Buat apa keluar begitu banyak biaya untuk jegal Anies. Biarain aja. Toh akan kalah.

Kedua, kalau Anies jadi presiden, mereka anggap ini bahaya. Bahaya bagi siapa? Ya bagi kepentingan mereka. Bahkan bahaya bagi nasib masa depan mereka.

Jadi gubernur DKI saja, reklamasi gak berlanjut. Alexis tutup. Bisnis-bisnis ilegal di Jakarta tiarap. Mafia properti tak bisa bergerak leluasa.

Setoran yang selama ini diterima para politisi banyak yang stop. Saham bir dijual. Anies jadi gubernur DKI, banyak pendapatan dan bisnis ilegal tak berjalan seperti sebelumnya. Ini bahaya!

All out mereka kerja keras gagalkan Anies nyapres. Berapapun biayanya dan apapun taruhannya, mereka akan lakukan.

Saya dengar ini dari sejumlah politisi kawakan dan pebisnis kakap. Kakap itu artinya punya uang triliunan. Harga mati Anies harus gagal.

Anies harus gagal, itu skenarionya. Ini tak bisa ditawar-tawar lagi. Dari mana melihatnya? Selain berbagai info yang otoritatif, kita bisa melihat gejalanya yang begitu banyak.

Tapi selain namanya yang semakin melambung namanya juga banyak diserang dan di black Campaign dan dicari cari kesalahannya di media sosial oleh akun akun yang kerap di sebut BuzzerRP.

Prestasinya membangun ibukota sama sekali tidak dianggap oleh akun akun buzzer bahkan berbagai kebijakan nya dikritisi.

Banyak pihak yang menilai itu semua tak lepas dari semakin tingginya popularitas Anies Baswedan dan itu semua tentunya tidak diharapkan oleh kelompok-kelompok yang tidak menghendaki Anies Baswedan menjadi presiden RI 2024.

Sehingga berbagai cara akan mereka lakukan untuk menjegal Anies maju ke pilpres 2024 karena jika Anies terpilih kepentingan bersama mereka pasti akan terganggu.

Sejumlah orang yang punya banyak pengalaman di cyber troops ambil bagian di sini.

Diduga kuat melibatkan sejumlah institusi dan lembaga-lembaga profesional untuk mencegat Anies agar bagaimanapun caranya tidak bisa nyapres.

Apa yang diungkapkan Andi Arief, politisi Demokrat bahwa Anies berupaya dijegal telah menegaskan kebenaran informasi yang beredar selama ini.

Kenapa Andi Arief teriak? Karena dia melihat begitu serius dan ngototnya pihak-pihak tersebut menjegal Anies nyapres. Keterlaluan! Nurani Andi Arief bicara: ini gak fair!

Anies harus dijegal bahkan baru sebagai capres sekali pun berapa pun harganya dan apa pun taruhannya.

Oleh: Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute.***

Berita Terkait

Menangkan Pilkada 2024, Sejumlah Pers Daerah dari Pulau Sumatera hingga Pulau Papua Siap Kolaborasi
Tidak Bawa Orang Toxic Masuk Pemerintahan, Ini Permintaan Luhut Pandjaitan kepada Prabowo Subianto
Setelah NasDem Gabung dengan Koalisi Prabowo, Surya Paloh Angkat Suara Soal Tawaran Kursi Menteri
Presiden Terpilih Periode 2024 – 2029 Prabowo Subianto Tanggapi Putusan Gugatan Sengketa Pilpres di MK
Tanggapi Putusan MK, Prabowo Subianto: Terima Kasih kepada Masyarakat dan Fokus Hadapi Masa Depan
Prabowo Hadiri Bukber Partai Golkar Bareng Gibran, Tegaskan Hormati Proses dan Tunggu Putusan MK
Menteri Abdullah Azwar Anas Tanggapi Absennya 2 Menteri PDI Perjuangan Saat Buka Puasa di Istana Negara
Berikut 3 Nama Calon Kuat Wali Kota Solo Menurut Versi Solo Polling Center, Termasuk Kaesang Pangarep
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 17 Mei 2024 - 18:56 WIB

Menangkan Pilkada 2024, Sejumlah Pers Daerah dari Pulau Sumatera hingga Pulau Papua Siap Kolaborasi

Sabtu, 4 Mei 2024 - 15:36 WIB

Tidak Bawa Orang Toxic Masuk Pemerintahan, Ini Permintaan Luhut Pandjaitan kepada Prabowo Subianto

Sabtu, 27 April 2024 - 15:12 WIB

Setelah NasDem Gabung dengan Koalisi Prabowo, Surya Paloh Angkat Suara Soal Tawaran Kursi Menteri

Selasa, 23 April 2024 - 16:02 WIB

Presiden Terpilih Periode 2024 – 2029 Prabowo Subianto Tanggapi Putusan Gugatan Sengketa Pilpres di MK

Selasa, 23 April 2024 - 09:22 WIB

Tanggapi Putusan MK, Prabowo Subianto: Terima Kasih kepada Masyarakat dan Fokus Hadapi Masa Depan

Sabtu, 30 Maret 2024 - 15:07 WIB

Prabowo Hadiri Bukber Partai Golkar Bareng Gibran, Tegaskan Hormati Proses dan Tunggu Putusan MK

Sabtu, 30 Maret 2024 - 06:55 WIB

Menteri Abdullah Azwar Anas Tanggapi Absennya 2 Menteri PDI Perjuangan Saat Buka Puasa di Istana Negara

Rabu, 27 Maret 2024 - 14:34 WIB

Berikut 3 Nama Calon Kuat Wali Kota Solo Menurut Versi Solo Polling Center, Termasuk Kaesang Pangarep

Berita Terbaru