Tidak Maksimal, Warga Keluhkan Pelayanan Kantor BPN Jeneponto, Sertifikat Tak Kunjung Selesai

[caption id="attachment_813" align="alignnone" width="384"] Kepala BPN Kabupaten Jeneponto, Marlina saat di temui awak media di kantornya[/caption] LINGKARTURATEA.COM, JENEPONTO,-Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Jeneponto kembali disorot warga lantaran diduga buruknya sistem pelayanan kepada masyarakat dalam pengurusan sertifikat tanah dan administrasi pertanahan lainnya. Warga menduga jika sistim pelayanan kantor BPN Jeneponto sangat buruk disebabkan karena SOP yang tidak jelas, ditambah lagi pegawai BPN yang kami duga tidak profesional dan konsisten dalam menyampaikan informasi kepada warga yang mengurus sertifikat. "Waktu jatuh tempo pengurusan yang di sampaikan ke warga tidak sesuai sehingga sering kali warga bolak balik ke kantor BPN untuk mengecek berkasnya," ucap Ruddin, salah seorang warga yang mengurus sertifikat tanah, Jumat, (13/7/2018). Sementara itu, Kepala BPN Kabupaten Jeneponto, Marlina saat di temui awak media di kantornya, menanggapi tudingan itu dengan santai. Marlina mengakui jika pelayanan di kantornya memang masih banyak kendala. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya keluhan itu, diantaranya ketersediaan Sumber Daya Manusia(SDM) di BPN Jeneponto yang dianggap tidak berbanding lurus dengan beban kerja yang ada saat ini. "Karena jumlah tenaga kerja yang dimiliki sangat terbatas sementara pekerjaan sangat banyak, olehnya itu pihaknya ke depan akan terus berbenah untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat agar tidak dikeluhkan lagi oleh warga," jelas Marlina.   Penulis :Mamat Editor : Aswin

Kepala BPN Kabupaten Jeneponto, Marlina saat di temui awak media di kantornya

LINGKARTURATEA.COM, JENEPONTO,-Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Jeneponto kembali disorot warga lantaran diduga buruknya sistem pelayanan kepada masyarakat dalam pengurusan sertifikat tanah dan administrasi pertanahan lainnya.

Warga menduga jika sistim pelayanan kantor BPN Jeneponto sangat buruk disebabkan karena SOP yang tidak jelas, ditambah lagi pegawai BPN yang kami duga tidak profesional dan konsisten dalam menyampaikan informasi kepada warga yang mengurus sertifikat.

“Waktu jatuh tempo pengurusan yang di sampaikan ke warga tidak sesuai sehingga sering kali warga bolak balik ke kantor BPN untuk mengecek berkasnya,” ucap Ruddin, salah seorang warga yang mengurus sertifikat tanah, Jumat, (13/7/2018).

Sementara itu, Kepala BPN Kabupaten Jeneponto, Marlina saat di temui awak media di kantornya, menanggapi tudingan itu dengan santai.

Marlina mengakui jika pelayanan di kantornya memang masih banyak kendala. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya keluhan itu, diantaranya ketersediaan Sumber Daya Manusia(SDM) di BPN Jeneponto yang dianggap tidak berbanding lurus dengan beban kerja yang ada saat ini.

“Karena jumlah tenaga kerja yang dimiliki sangat terbatas sementara pekerjaan sangat banyak, olehnya itu pihaknya ke depan akan terus berbenah untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat agar tidak dikeluhkan lagi oleh warga,” jelas Marlina.

 

Penulis :Mamat

Editor : Aswin