Tak Bisa Berenang, Dua Perempuan Bersaudara Tewas Tenggelam Di embung

LINGKARTURATEA.COM, JENEPONTO,-Suasana duka menyelimuti kediaman pasangan M.Yusuf Dg Tinggi dan Dg.Bale, warga dusun Bontosunggu, desa Bungung Loe kecamatan Turatea, Jeneponto. Bagaimana tidak, Nasrawana (13 thn) siswa kelas 1 SMP dan Nurhikma (11 thn) murid kelas 5 SD Bontosunggu Paitana, kini sudah terbujur kaku meninggalkannya selama-lamanya.

Kedua bocah perempuan bersaudara ini tewas tenggelam setelah keduanya terpeleset ke dalam sebuah embung irigasi saat sedang bermain bersama 7 orang temannya di embung sedalam 3 meter yang terletak di areal persawahan di dusun Bontosunggu desa Bungungloe Kecamatan Turatea, Senin sore, (8/1/18).

Salah seorang teman korban yang selamat, Anita kepada lingkarturatea.com menuturkan bahwa kedua korban bersaudara bersamaan terpelesat dan jatuh saat bermain-main dipinggir embung.

” Seperti terdorong pak, sehingga kakinya terpeleset lalu terjatuh ke dalam embung itu dan tidak bisa berenang, saya mau menolongnya tapi saya juga tidak bisa berenang. Saya lalu berteriak minta tolong sama petani yang sedang bekerja di sekitar lokasi”. ” tutur Anita.

Lokasi embung tempat tewasnya dua perempuan bersaudara yang terletak di areal persawahan desa Bungungloe, Turatea, Jeneponto

Kedua korban pun ditolong oleh petani dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang, namun nyawa kedua korban tak bisa diselamatkan.

Tangis histeris orang tua korban terus meratapi kepergian kedua buah hatinya yang masih duduk dibangku sekolah tersebut. M.Yusuf dan Dg.Bale seakan-akan tidak percaya kepergian dua anak perempuannya yang begitu cepat. Isak tangis keluarga korban juga ikut menyelimuti rumah duka.

Sampai berita ini ditayangkan, aparat kepolisian belum menangani kasus tewasnya dua bocah perempuan bersaudara akibat tenggelam di embung.

( ASWIN)