Stop Pungli Dan Calo, “Antara Retorika Dan Fakta”

LINGKARTURATEA.COM, JENEPONTO – Sekretaris kantor catatan Sipil kabupaten Jeneponto H. Salamuddin, Sos dengan tegas menyatakan terkait kepengurusan administrasi kependudukan di kantor catatan sipil agar tidak lagi mau diwakili oleh siapa pun.

” Siapapun dia, sekalipun itu bupati jika mau mengurus administrasi kependudukan kalau tidak lengkap administrasinya jangan dilayani,” Jelas Salamuddin.

Salamuddin Juga menyarankan agar jangan percaya sama calo yang mengaku bisa mengurus di kantor Catatan Sipil lalu kemudian meminta uang pelicin.

Sekertaris Dinas Catatan Sipil,H.Salamuddin,S.Sos(kiri) bersama Kabid pendataan kependudukan, Hj.Isnawati (kanan) memberikan keterangan kepada awak media.    “Apa susahnya kalau yang bersangkutan datang langsung kesini, jangan lagi pakai calo yang suka meminta uang, itu yang merusak, termasuk merusak nama kantor catatan sipil.” Jelas Salamuddin.

Hal yang sama diungkapkan Hj. Isnawati, kepala bidang pelayanan pendaftaran penduduk Dinas Catatan Sipil kabupaten Jeneponto, SulSel mengatakan bahwa sekarang banyak calo-calo di luar yang bisa merusak nama Kantor Catatan Sipil Jeneponto.

” Itu kemarin ada calo yang mengatasnamakan dirinya anggota LSM meminta uang 900 ribu rupiah kepada orang yang diuruskan surat pindah, sehingga kita di Kantor Catatan Sipil yang kena batunya”. Jelas Isnawati.

” Saya tekankan tidak ada yang boleh diwakili, siapa pun orangnya, suruh datang yang bersangkutan”. “Tegas Isnawati”.

Sementara itu, Aswin, salah seorang aktivis penggiat anti korupsi menegaskan jika apa yang disampaikan sekertaris dan kabid kependudukan Dinas Catatan Sipil Jeneponto hendaknya tidak kontradiktif dengan apa yang terjadi di lapangan. Karena kata “gratis” sudah sering terdengar bahkan terpajang cukup besar dimana-mana, namun toh ada saja masyarakat yang berkeluh kesah tentang pelayanan kantor Dinas Capil. Artinya apa, jika ketegasan dan sesuai prosedur adalah amanah konstitusi serta menjadi ketetapan yang tidak bisa tawar lagi, maka semuanya harus dijalankan mulai dari unsur bawahan. Begitu juga dengan calo mesti tegas, jangan hanya memainkan retorika dimedia seolah-olah terindikasi membela diri. Ini yang dikatakan antara retorika dan fakta=bukti. “tegas Aswin.

( AWAL )