JenepontoKorupsiLokal

Pengadaan/Penjualan Buku Administrasi Desa diLapor ke Kejari Jeneponto

LINGKARTURATEA.COM, JENEPONTO,-Lembaga Investigasi Korupsi Turatea kembali melaporkan proyek pengadaan buku administrasi desa yang diduga diperjualbelikan oleh pihak BPMPD Jeneponto senilai Rp. 290 Juta ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto pada hari Senin, (5/3/2018).

Koordinator Investigasi Lembaga Investigasi Korupsi Turatea, Abd.Rauf menjelaskan bahwa pengadaan buku administrasi desa tersebut ditemukan adanya indikasi korupsi atau merugikan Negara, diantaranya indikator kerugian Negara yaitu, pembelian buku administrasi desa dibayarkan dari anggaran desa yang nilainya terindikasi terjadi mark-up. Bagaimana tidak, anggaran yang dikeluarkan oleh kepala desa sebesar 3,5 juta rupiah untuk 15 buah buku. Bukan hanya itu, pengadaan buku/penjualan buku yang dilakukan oleh pihak BPMPD Jeneponto terindikasi komersialisasi oknum BPMPD sendiri. Artinya, ada indikasi jika buku tersebut tidak diperjualbelikan, “jelas Abd.Rauf.

“Iya benar, kasus indikasi penyalahgunaan kewenangan oleh pihak BPMPD yang diduga berimplikasi terjadi kerugian Negara, laporan bernomor: 085.a/LP/LSM-LGKR/B/III/2018/JNP sudah kami serahkan ke pihak Kejari Jeneponto untuk ditindaklanjuti. Jadi, ada dua poin penting dalam laporan yang kami ajukan itu. Kita tunggu, seperti apa perkembangan kasus ini setelah pihak Kejari Jeneponto lakukan pemeriksaan”, “ucap Abd.Rauf.

Sementara itu, Kabid Pemdes BPMPD Jeneponto, Syahrul Kalepu yang dikonfirmasi lingkarturatea.com melalui telepon selularnya mengatakan kalau masalah pengadaan buku administrasi desa itu bukan ranahnya. Memang itu berkaitan dengan pemerintahan desa namun untuk pengadaan buku itu dikelola langsung oleh Sekertaris dan Kepala BPMPD. Jadi silahkan konfirmasi langsung ke sekertaris saja, “ucap Syahrul.

Penulis : Awal Adrian
Editor : Aswin

Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker