Hukum dan Kriminal

Pemkab Diduga Tutup Mata, Takut Tutup Tempat Prostitusi

LINGKARTURATEA.COM, JENEPONTO,- Peristiwa penikaman yang terjadi di tempat prostitusi di Desa Pao Kecamatan Taroang, Jeneponto, SulSel yang berujung maut beberapa hari lalu, kini menuai kritikan dan tudingan miring dari elemen masyarakat tentang adanya indikasi pembiaran yang dilakukan pemerintah kabupaten Jeneponto. Pasalnya, tempat prostitusi yang sudah bertahun-tahun beroperasi namun pemerintah terkesan takut menutup tempat prostitusi itu.

“Memang ada ketakutan pemerintah kabupaten Jeneponto untuk menutup tempat prostitusi yang ada di daerah ini. Warung dan rumah berkedok tempat makan/minum kopi, padahal di dalamnya ada praktek prostitusi serta minuman keras. Ini sudah berlangsung lama, namun hanya sebatas wacana pemerintah kalau akan ditutup”. “tegas Aswin, Aktivis Aliansi Peduli Dan Pemberantas Penyakit Masyarakat, di Cafe & Resto 88, Selasa, (19/12/17).

Berjualan di warung dan rumah hanya modus awal mengubah fungsi tempat tersebut menjadi tempat prostitusi. Setelah berjalan beberapa bulan, tempat itu akan berubah fungsi menjadi tempat pesta miras, judi dan prostitusi. Hal ini yang biasa terjadi, tapi toh seolah-olah pemilik tempat tersebut punya legalitas hukum sehingga mereka jarang tersentuh aparat hukum. Padahal, dalam KUHP pasal 296 sudah diatur tentang prostitusi itu sendiri. ” jelas Aswin.

Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jeneponto, Andi Baso Sugiarto, S.Sos, saat dikonfirmasi lingkarturatea.com via telepon berharap agar pemerintah daerah menyikapi permintaan dan tudingan miring masyarakat. Tempat prostitusi atau tempat maksiat itu bertentangan dengan agama dan haram ada di Jeneponto. Secara psikologis, tempat prostitusi sudah merusak tatanan kehidupan, norma-norma agama dan meresahkan masyarakat, ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut mesti ada ketegasan serta keberanian pemerintah daerah untuk segera menutup tempat seperti itu, jangan tutup mata. Jadi apapun konsekuensinya, semua tempat prostitusi yang ada di daerah ini, harus ditutup. “tegasnya.

Salah satu sumber penyakit masyarakat adalah tempat prostitusi, oleh karena itu harus diberantas dan kalau perlu pemilik tempat haram ini diberikan efek jera agar tidak membuka atau mengubah fungsi izin tempat dia. “tutup Andi Baso Sugiarto.

(SY4M)

Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker