Pembangunan Sumur Bor Terindikasi Korupsi, LSM Lapor Ke Tipikor Polres

LINGKARTURATEA.COM, JENEPONTO,-Pembangunan sumur bor di Lingkungan Tolo Loe Kelurahan Tolo Timur Kecamatan Kelara Kabupaten Jeneponto, SulSel dinilai tidak membawa manfaat bagi masyarakat. Pasalnya, proyek tahun 2016 dari Dana Alokasi Khusus(DAK) APBN ini sudah menghabiskan anggaran sebesar RP 350 juta lebih, namun sampai sekarang tidak dapat dimanfaatkan dan sudah ditinggalkan kontraktornya. Demikian diungkapkan Rahman, Kepala Lingkungan Tolo Loe Kelurahan Tolo Timur Kecamatan Kelara, Jeneponto saat di temui lingkarturatea.com di rumahnya, Jum’at(26/1/18).

Rahman menuturkan, keberadaan sumur itu tidak membawa manfaat bagi masyarakat. Sumur bor yang dibangun Bidang Cipta Karya Dinas PU Jeneponto itu tidak dapat dimanfaatkan warga lingkungan Tolo Loe. Selebihnya, sumur bor beserta pipa dan baknya hanya menjadi barang rongsokan, ” katanya.

Kepala Lingkungan Tolo Loe, Rahman menunjukkan lokasi pembangunan sumur bor yang ditinggalkan pihak rekanan, CV. Sese Jaya.

Lanjut Rahman mengatakan bahwa pihak kontraktor yakni CV. Sese Jaya diduga tidak bertanggungjawab atas pembangunan sumur ini. Sudah hampir dua tahun proyek sumur bor tersebut dibiarkan terbengkalai. Bukan hanya itu, pelaksana kegiatan pembangunan sumur bor meninggalkan utang jutaan rupiah. Banyak pekerja galian pipa yang belum dibayarkan gajinya. Untuk itu, kami meminta kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum(PU) Kabupaten Jeneponto, supaya menyelesaikan atau melanjutkan pengerjaan proyek sumur bor yang dinilai terbengkalai itu, sehingga masyarakat setempat bisa menikmati air bersih secepatnya, “kata Rahman.

Sementara itu, Sahar Sitaba selaku PPTK pembangunan sumur bor tersebut saat dikonfirmasi lingkarturatea.com via telepon selular mengakui jika proyek itu belum selesai karena ada persoalan antara pelaksana kegiatan dengan pekerja galian.

” Iya, pembangunan sumur bor, perpipaan dan pemasangan sambungan rumah di Tolo Loe itu belum selesai tapi sudah di PHO. Hanya persoalan gaji tukang yang tidak dibayar sehingga sekarang tidak dapat dimanfaatkan”, “akunya.

Di tempat lain, Awal Adrian, tim investigasi lembaga investigasi korupsi turatea saat di temui di Warkop Liwang, Jum’at(26/1/18) menegaskan bahwa pembangunan sumur bor di lingkungan Tolo Loe Kelurahan Tolo Timur terindikasi korupsi. Bagaimana tidak, pihak rekanan hanya mampu mengerjakan 50 persen kegiatan dan sampai tahun 2018 ini tidak ada tanda-tanda akan diselesaikan. Itu artinya, pihak rekanan tidak bertanggungjawab atas selesainya kegiatan ini. Berdasar data lapangan yang kita sudah kumpulkan kuat dugaan ada korupsi, pihak PPTK dan tim PHO berani memberikan rekomendasi pencairan anggarannya padahal kegiatan ini tidak selesai. Yang jelas, kami akan ajukan ke aparat penegak hukum untuk diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku, “tegas Awal Adrian.

Penulis: Rauf
Editor: 45W1N