Pasangan SYAFAAT No.2: Jeneponto Tidak Boleh Tertinggal Lagi, Masyarakat Harus Sejahtera Bukan Untuk Dilupakan

[caption id="attachment_2147" align="aligncenter" width="1280"] Calon Bupati Jeneponto no.urut 2(SYAFAAT) disambut ratusan masyarakat Desa Tino, Taroang[/caption] LINGKARTURATEA.COM, JENEPONTO,-Pasangan calon bupati no 2 “SYAFAAT” menggelar kampanye dialogis yakni tatap muka bersama seluruh tokoh masyarakat, tim pendukung dan simpatisan di Lapangan Desa Tino Kecamatan Tarowang, Jeneponto, Rabu 25 April 2018. Dalam orasinya, Muh. Syarif Patta menyampaikan visi dan misinya yaitu 8 misi dan 18 program strategis yang akan dilakukan jika terpilih nanti. Selain itu, Muh Syarif Patta juga membeberkan kegundahan dan keprihatinannya melihat kondisi segala sendi kehidupan di Jeneponto yang tidak berpihak kepada rakyat. Label sebagai daerah tertinggal adalah cambuk yang menggetarkan hati kami bersama masyarakat Jeneponto. "InsyaAllah, jika kami berdua diberi amanah memimpin Jeneponto yang kita cintai ini, maka kami tidak ingin kabupaten yang kita jaga dan banggakan ini dicap sebagai daerah tertinggal. Kami akan menjawab tantangan itu dengan kerja keras dan kerja nyata. Kita tidak akan tertinggal jika masyarakat Jeneponto sejahtera, makmur, dan jangan lupa, keadilan harus ditegakkan tanpa membeda-bedakan. Bupati terpilih dan lahir dari pilihan rakyat, seyogyanya dan sepatutnyalah kita harus menjadi pelayan bagi mereka bukan malah melupakannya. Berikan mereka kebahagian, kesejahteraan, kemakmuran dan rasa keadilan, sehingga pencapaian ini akan berputar seperti roda yang dapat mendorong kemajuan Kabupaten Jeneponto,"ucap Muhammad Syarif Patta. Untuk itu jika dirinya kelak terpilih jadi bupati, maka salah satu pekerjaan utama adalah mengeluarkan Jeneponto dari status daerah tertinggal. meningkatkan penghasilan masyarakat Jeneponto melalui sektor pertanian dan perikanan, karena sebagian besar masyarakat Jeneponto menggantungkan hidupnya di sektor pertanian dan perikanan. “Bupati dan Wakil bupati menjalankan amanah rakyat, kami tidak ingin melihat masyarakat Jeneponto hidup dengan sebuah ketidakpastian. Semua harus dinikmati bersama, rakyat mestinya menikmati kebahagian hidup bukan malah menderita dengan ketidakadilan. Tidak susah jika ingin mensejahterakan dan memakmurkan masyarakat. Jika ada niat yang tulus dan bertawakkal pada Allah SWT kita akan mampu melakukan itu. Ada 80% masyarakat Jeneponto menggantung hidup dari bertani dan nelayan, maka kita penuhi kebutuhan sarana dan prasarananya,” Jelas Kr Patta dihadapan ratusan simpatisannya. Penulis: Imam Editor: Bang Ali

Calon Bupati Jeneponto no.urut 2(SYAFAAT) disambut ratusan masyarakat Desa Tino, Taroang

LINGKARTURATEA.COM, JENEPONTO,-Pasangan calon bupati no 2 “SYAFAAT” menggelar kampanye dialogis yakni tatap muka bersama seluruh tokoh masyarakat, tim pendukung dan simpatisan di Lapangan Desa Tino Kecamatan Tarowang, Jeneponto, Rabu 25 April 2018.

Dalam orasinya, Muh. Syarif Patta menyampaikan visi dan misinya yaitu 8 misi dan 18 program strategis yang akan dilakukan jika terpilih nanti.

Selain itu, Muh Syarif Patta juga membeberkan kegundahan dan keprihatinannya melihat kondisi segala sendi kehidupan di Jeneponto yang tidak berpihak kepada rakyat. Label sebagai daerah tertinggal adalah cambuk yang menggetarkan hati kami bersama masyarakat Jeneponto.

“InsyaAllah, jika kami berdua diberi amanah memimpin Jeneponto yang kita cintai ini, maka kami tidak ingin kabupaten yang kita jaga dan banggakan ini dicap sebagai daerah tertinggal. Kami akan menjawab tantangan itu dengan kerja keras dan kerja nyata. Kita tidak akan tertinggal jika masyarakat Jeneponto sejahtera, makmur, dan jangan lupa, keadilan harus ditegakkan tanpa membeda-bedakan. Bupati terpilih dan lahir dari pilihan rakyat, seyogyanya dan sepatutnyalah kita harus menjadi pelayan bagi mereka bukan malah melupakannya. Berikan mereka kebahagian, kesejahteraan, kemakmuran dan rasa keadilan, sehingga pencapaian ini akan berputar seperti roda yang dapat mendorong kemajuan Kabupaten Jeneponto,”ucap Muhammad Syarif Patta.

Untuk itu jika dirinya kelak terpilih jadi bupati, maka salah satu pekerjaan utama adalah mengeluarkan Jeneponto dari status daerah tertinggal. meningkatkan penghasilan masyarakat Jeneponto melalui sektor pertanian dan perikanan, karena sebagian besar masyarakat Jeneponto menggantungkan hidupnya di sektor pertanian dan perikanan.

“Bupati dan Wakil bupati menjalankan amanah rakyat, kami tidak ingin melihat masyarakat Jeneponto hidup dengan sebuah ketidakpastian. Semua harus dinikmati bersama, rakyat mestinya menikmati kebahagian hidup bukan malah menderita dengan ketidakadilan. Tidak susah jika ingin mensejahterakan dan memakmurkan masyarakat. Jika ada niat yang tulus dan bertawakkal pada Allah SWT kita akan mampu melakukan itu. Ada 80% masyarakat Jeneponto menggantung hidup dari bertani dan nelayan, maka kita penuhi kebutuhan sarana dan prasarananya,” Jelas Kr Patta dihadapan ratusan simpatisannya.

Penulis: Imam
Editor: Bang Ali