Politik

Panwaslu Jeneponto Bimtek Pengawasan di Hotel Ibis Makassar

LINGKARTURATEA.COM, JENEPONTO – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Jeneponto menggelar bimingan teknik pengawasan tahapan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto Pilkada serentak tahun 2018.

Bimtek yang digelar di hotel Ibis Makassar city Center, jalan Maipa no 8 Makassar, dibuka langsung pimpinan Bawaslu Provinsi Sulsel devisi penindakan pelanggaran dan penyelesaikan sengketa pelanggaran, Ashri Yusuf,SH.MH dan akan berlansung selama dua hari, dimulai hari ini,Jumat, 9 November 2017.

Hadir dalam pembukaaan bimtek tersrbut, Ketua Panwaslu Jeneponto Saiful, pimpinan kordiv Pencegahan dan hubungan antar lembaga Hamka Lau, Kordiv SDM dan Organisisasi Sampara Halik, Kepala Sekretariat Meryam dan jajarannya, serta 33 pimpinan Panwascam se-Kabupaten Jeneponto.

Ketua Panwaslu Jeneponto, dalam sambutannya menyampaikan, dalam melaksanakan pengawasan tahapan pilkada, Masih ada kendala dalam melaksanakan pengawasan.

“Dalam melaksanakan tugas, kita masih terkendala dalam melakukan pemgawasan, karena keberagaman penanganan hasil pengawasan belum padu, sehingga melalui Bimtek ini strategi dan teknik pengawasan dan penindakan dapat kita padukan, seragamkan sehingga kita dapat melaksanakan tugas dan wewenang kita dengan baik dan berkualitas,” ujarnya

Untuk itu dia berharap agar para peserta Bimtek betul-betul mengikuti materi dengan baik,” Harapan kami, para pimpinan oanwascam dapat mengikuti bimtek dengan baik,disiplin dan tepat waktu, sehingga dapat menegakkan keadilan pemilihan,” harao Saiful

Sementara pimpinan Bawaslu provinsi Sulsel kordiv Penindakan pelanggaran dan penyelesaian sengketa pemilihan, Ashri Yusuf, menegaskan, untuk menentukan desain teknis pengawasan yang lebih baik dengan melihat pada hasil evaluasi pelaksanaan Pemilu dan Pilkada sebelumnya.

“Samakan persepsi seluruh jajaran Panwas Kabupaten, terkait standar tata laksana pengawasan yang lebih efektif, efisien dan aplikatif untuk digunakan dalam pengawasan kedepan,” kata Ashri

Mengenai pengawasan, menurutnya, terdiri dari kerja-kerja pencegahan dan penindakan,karena pengawasan harus tepat,” Pengawas harus Mendeteksi, menelaah, mengkaji dan mengambil substansi penindaka,pekerjaan ini tidak cukup menghafal UU, namun harus punya strategis pengawasan dan penindakan dalam mengawasi pemilihan,” tuturnya

( SN )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close