Nunggak Rp 595 juta, PLN Putus Aliran Listrik ke PDAM Jeneponto

LINGKARTURATEA.COM. JENEPONTO,–Bayarlah tagihan tepat waktu. Itulah ungkapan yang cocok untuk menggambarkan kondisi PDAM Jeneponto, SulSel. Gara-gara menunggak tagihan Rp 595 juta, PLN memutus aliran listrik ke perusahaan pemasok air itu. Akibatnya, air pun berhenti mengalir ke konsumen. Aliran air ini sudah tidak mengucur sejak 1 November lalu. Hal ini karena mesin instalasi pengaliran air tidak beroperasi akibat putusnya aliran listrik.

“Sampai batas toleransi yang diberikan pihak PLN, kita belum bisa membayar tunggakan tagihan listrik,” kata Kabag Umum PDAM Jeneponto, Junaedi, kepada lingkarturatea.com di ruang kerjanya, di Belokallong Binamu, Selasa (7/11). Akibat kondisi ini, sekitar 9.000 pelanggan terlantar karena aliran listrik yang diputus. “tambahnya”.

Sudah 3 bulan menunggak sehingga PLN melakukan penyegelan di instalasi pembagi air di Sapanang. Sebab banyak pelanggan yang menunggak sampai delapan bulan. Namun, tunggakan tertinggi ada pada kantor-kantor pemerintah yang nilainya mencapai 20 sampai 30 juta rupiah,”jelas Junaedi”.

Bupati dan anggota DPRD Jeneponto jangan hanya diam, kami butuh solusi dari masalah ini bukan janji. Para anggota DPRD sebagai wakil rakyat, masalah seperti apa yang bapak-bapak bisa carikan solusinya. Ini kebutuhan mendasar manusia, tanpa air kami tidak bisa apa-apa. Kenapa kantor pemerintah yang menunggak, mengapa kami pelanggan yang taat bayar juga menanggung dosa mereka. Apakah dana belanja operasional kantor tidak dibahas di kantor dewan?. ”Direktur PDAM bicara apa adanya tapi tak mampu berbuat, seolah-olah bukan dia yang salah, para wakil rakyatpun menutup mata dan telinga berharap masalah itu cepat berlalu” keluh Imran salah satu pelanggan PDAM Jeneponto di warkop 88, selasa (7/11/2017).

( 45WIN )