Hukum dan Kriminal

Murid Kelas II SD Dikeroyok Di sekolah, Wali Kelasnya Diduga Mangkir Mengajar

LINGKARTURATEA.COM, JENEPONTO,- Seorang siswa kelas II SD Inpres Togo-Togo, Kelurahan Togo-Togo, Kecamatan Batang kabupaten Jeneponto, SulSel menjadi korban pengeroyokan oleh 4 orang teman sekelasnya. Peristiwa pengeroyokan terjadi pada Senin (22/1) sekitar jam 10.45 pagi di halaman sekolah SD Inpres Togo-Togo.

Akibat kejadian itu, Korban, Muh.Kh, mengalami luka lebam di bagian telinga dan pelipis kanannya, bahkan dipipinya terlihat luka sobek seperti terkena benda tajam. Korban pun takut untuk berangkat sekolah.

H.Samsuddin, orang tua korban menyayangkan dan menuding pihak sekolah SD Inpres Togo-Togo kelurahan Togo-Togo kecamatan Batang yakni guru, kepala sekolah tidak memperlihatkan kinerja sebagai guru yang profesional pengganti orang tua ketika anak saya berada di sekolah. Bagaimana tidak, anak saya dikeroyok baru gurunya tidak hadir untuk melerai, mana petugas keamanan yang biasanya dianggarkan dari dana BOS.”tegasnya.

Luka lebam dan robek pada pelipis kanan korban(M.Kh) murid kelas II SD Inpres Togo-Togo kecamatan Batang, Jeneponto,SulSel.

“Iya guru kelas tidak ada sehingga guru kelas I, Hj.Supiati yang mengisi pembelajaran di kelas II”. Inilah bukti bahwa pelayanan dan pengawasan pihak sekolah SD inpres Togo-togo terhadap anak didiknya benar-benar diabaikan. Problem keamanan siswa sama sekali tidak diperhatikan padahal sekolah ini berada di pinggir jalan raya bukan hanya itu kinerja guru terhadap pengawasan anak-anak didiknya masih sangat lemah. “tegas Samsuddin.

Dia menambahkan jika pihak sekolah tidak proaktif dan responsif terhadap masalah ini maka itu berarti mereka membiarkan hal-hal seperti ini terjadi kembali di sekolah. Saya juga minta kepada Kadis Pendidikan Jeneponto agar mengevaluasi kebijakan, kinerja kepala sekolah dan guru-guru di sekolah tersebut. “tambahnya.

Kepala Sekolah SD Inpres Togo-Togo, H.Abd Asis, kepada lingkarturatea.com mengatakan tidak tahu kejadian yang menimpa anak didiknya tersebut. “Saya akan kembali ke sekolah, kebetulan saya menghadiri acara musrembang di kantor kelurahan Togo-Togo.

Dengan adanya permasalahan tersebut, pihaknya akan memanggil wali murid beserta anak-anak yang diduga terlibat dalam dugaan pengeroyokan. “ Besok pagi, kami panggil orangtua dan murid itu, baik korban maupun yang diduga terlibat, agar keterangannya lebih komplit dan jelas. ” ujarnya.

Penulis:Awi
Redaktur:Aswin

Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker