Mulyadi: Sumur Bor Dari Anggaran Pemerintah Bukan Milik Pribadi

LINGKARTURATEA.COM, JENEPONTO –Pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Jeneponto, nomor 1, Mulyadi Mustamu dan Muhammad Kasmin melakukan kampanye dialogis di Dusun Camba-Camba, Desa Camba-camba Kecamatan Batang, Jumat 16 Maret 2018.

Kampanye dialogis Mukmin Bisa nomor 1 ini, tak pernah sepi dari masyarakat. Insya Allah, ini suatu tanda kemenangan Mukmin Bisa pada 27 Juni 2018 karena masyarakat antusias menyambut kami berdua.

Warga masyarakat Desa Camba-camba antusias mendengar orasi politik paslon Mukmin Bisa

Mengawali orasi politiknya, Mulyadi mustamu menyinggung soal pembangunan sumur bor untuk air bersih yang dananya dari pemerintah yang terkadang diklaim sebagai milik pribadi. Padahal itu program pemerintah bukan program orang per orang.

Jika ada oknum yang mengklaim sumur bor dan perpipaan yang didanai dari anggaran pemerintah sebagai milik pribadi sehingga seenaknya memutuskan sambungan air ke rumah warga, maka laporkan ke aparat penegak hukum.

“Sumur bor tersebut bukan milik pribadi tapi milik pemerintah. Jika ada masyarakat yang diputuskan sambungan pipa air yang masuk ke rumah silahkan laporkan ke penegak hukum untuk diproses,” ujar Mulyadi Mustamu.

Selain itu, Mulyadi Mustamu meminta masyarakat yang telah menjatuhkan pilihan hatinya memilih
nomor urut 1(Mukmin-Bisa) untuk sabar dengan cobaan insiden kemarin.

“Kita jangan mau terpancing dengan isu-isu miring yang menerpa paslon Mukmin Bisa. Lebih baik kita terus bergerak dan menjaga basis-basis suara kita. Soal insiden kemarin biarkan penegak hukum yang memprosesnya sesuai aturan yang berlaku.

Penulis: Awal
Editor: Zulpadli