LSM Celebes Institut Laporkan Tiga PT. Yang Mengerjakan Proyek Miliar Rupiah

LINGKARTURATEA.COM, TAKALAR - Direktur Lembaga Swadaya Masayarakat (LSM)  Celebes Institute Sulsel  Alamsyah Demma secara Resmi Melaporkan tiga PT yang melakukan kegiatan proyek yang dinilai langgar proses pelelangan  dengan budget anggaran mencapai sekitar, 8.6 miliar. Proyek miliaran rupiah yang saat ini dilaporkan  oleh pihak LSM  Celebes institut diterima langsung oleh Kejari Takalar Saiful Bahri didampingi oleh Kasi Intel Akbar SH. Diruang kerjanya, Rabu, 6/12/2017. Proyek ini bersumber  dari APBD Tahun  2017 terdapat ditiga lokasi untuk pembangunan Break water di Desa  Palalakang , Desa  Bontosunggu dan Tamasaju, Nilai proyek 3.4 Miliar dikerjakan oleh PT. Daniola Putra. Pembanguanan Break Water Desa Popo dan Desa Mangindara dikerjakan oleh PT. Sabit Jaya Mandiri dengan nilai Proyek 2,7 Miliar, Untuk Pembangunan Break Water Desa Tamasaju-Tamalate, dengan nilai  proyek. 2,5 Miliar   Di kerjakan oleh PT. Sahabat Karya Sejati. Direktur LSM Celebes Institut   Sulsel Alamsya Demma  mengatakan proyek pembangunan Break Water yang saat ini sedang dikerjakan dinilai bermasalah, sumber anggarannya dari APBD Tahun 2017. " Ketiga pemenangan tender ini saya laporkan sebab ada kesalahan  dalam proses lelang.Bukan hanya itu proses lelang ini dilakukan dan pemenangnya hanya satu pemilik perusahaan itu terlihat dari Id adress-nya, untuk kami meminta kepada pihak kejaksaan Negeri  Takalar mendalami kasus ini." Tegas Alamsya Demma Lanjut Alamsyah pemilik perusahaan seakan kebal hukum dari setiap  pelanggaran yang dilakukannya apalagi dalam melakukan kegitaan proyek. Sementara Kepala Saiful Bahri SH. MH mengatakan kasus yang dilaporkan oleh Direktur LSM Celebes Instute proyek pembangunan  Break water dari segi proses lelang itu terindikasi ada dugaan korupsi, itu secara resmi dilaporkan  dengan menyerahkan satu  bundel laporan. " Laporan ini tetap saya terima kemudian  kami lakukan kajian lebih awal sebelum dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Tetap kami atensi setiap  laporan masyarakat khususnya pada kasus Break water yang menghabiskan anggran 8.6 miliar," Jelas Saiful Bahri. (M. Ardin)

LINGKARTURATEA.COM, TAKALAR – Direktur Lembaga Swadaya Masayarakat (LSM)  Celebes Institute Sulsel  Alamsyah Demma secara Resmi Melaporkan tiga PT yang melakukan kegiatan proyek yang dinilai langgar proses pelelangan  dengan budget anggaran mencapai sekitar, 8.6 miliar.

Proyek miliaran rupiah yang saat ini dilaporkan  oleh pihak LSM  Celebes institut diterima langsung oleh Kejari Takalar Saiful Bahri didampingi oleh Kasi Intel Akbar SH. Diruang kerjanya, Rabu, 6/12/2017.

Proyek ini bersumber  dari APBD Tahun  2017 terdapat ditiga lokasi untuk pembangunan Break water di Desa  Palalakang , Desa  Bontosunggu dan Tamasaju, Nilai proyek 3.4 Miliar dikerjakan oleh PT. Daniola Putra.

Pembanguanan Break Water Desa Popo dan Desa Mangindara dikerjakan oleh PT. Sabit Jaya Mandiri dengan nilai Proyek 2,7 Miliar, Untuk Pembangunan Break Water Desa Tamasaju-Tamalate, dengan nilai  proyek. 2,5 Miliar   Di kerjakan oleh PT. Sahabat Karya Sejati.

Direktur LSM Celebes Institut   Sulsel Alamsya Demma  mengatakan proyek pembangunan Break Water yang saat ini sedang dikerjakan dinilai bermasalah, sumber anggarannya dari APBD Tahun 2017.

” Ketiga pemenangan tender ini saya laporkan sebab ada kesalahan  dalam proses lelang.Bukan hanya itu proses lelang ini dilakukan dan pemenangnya hanya satu pemilik perusahaan itu terlihat dari Id adress-nya, untuk kami meminta kepada pihak kejaksaan Negeri  Takalar mendalami kasus ini.” Tegas Alamsya Demma

Lanjut Alamsyah pemilik perusahaan seakan kebal hukum dari setiap  pelanggaran yang dilakukannya apalagi dalam melakukan kegitaan proyek.

Sementara Kepala Saiful Bahri SH. MH mengatakan kasus yang dilaporkan oleh Direktur LSM Celebes Instute proyek pembangunan  Break water dari segi proses lelang itu terindikasi ada dugaan korupsi, itu secara resmi dilaporkan  dengan menyerahkan satu  bundel laporan.

” Laporan ini tetap saya terima kemudian  kami lakukan kajian lebih awal sebelum dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Tetap kami atensi setiap  laporan masyarakat khususnya pada kasus Break water yang menghabiskan anggran 8.6 miliar,” Jelas Saiful Bahri.

(M. Ardin)