Lima Rumah di Kelara Ludes Terbakar Akibat Korsleting Listrik

[caption id="attachment_2717" align="aligncenter" width="1040"] Kebakaran rumah di Lingkungan Passaukang, Kelurahan Tolo Timur, Kecamatan Kelara, Jeneponto, Rabu dini hari (25/7/2018) sekitar pukul 02.30 Wita,[/caption] LINGKARTURATEA.COM, JENEPONTO,-Sebanyak lima rumah di Lingkungan Passaukang, Kelurahan Tolo Timur, Kecamatan Kelara, Jeneponto, Rabu dini hari (25/7/2018) sekitar pukul 02.30 Wita, ludes dilalap api. Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik atau hubungan pendek arus listrik. Plt. Kasubag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul mengungkapkan, api pertama kali terlihat dari dinding rumah milik Sdr. Sudding yang saat itu sedang tertidur pulas bersama istrinya di bawah kolong rumahnya. "Melihat kobaran api itu, masyarakat spontan berteriak" tolong ada kebakaran" dan membangunkan Sudding dan istrinya yang tertidur," ucap AKP Syahrul. Kobaran api semakin membesar dikarenakan rumah milik Sudding terbuat dari anyaman bambu. "Dengan alat seadanya, warga berdatangan membantu melakukan pemadaman namun hembusan angin yang kencang sehingga api sulit dipadamkan dan merambat ke rumah Mangsi, Tiro, Safri dan Dg. nuru," ujar Syahrul. Tepat pukul 03.00 Wita, 4 unit mobil Damkar milik Pemkab Jeneponto tiba di lokasi kebakaran dan melakukan pemadaman dibantu warga setempat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi dipredikisi mencapai milliaran rupiah. Kasus tersebut saat ini dalam penanganan Kepolisian Sektor Kelara Kabupaten Jeneponto. Penulis: Awal Editor: Bang Ali

Kebakaran rumah di Lingkungan Passaukang, Kelurahan Tolo Timur, Kecamatan Kelara, Jeneponto, Rabu dini hari (25/7/2018) sekitar pukul 02.30 Wita,

LINGKARTURATEA.COM, JENEPONTO,-Sebanyak lima rumah di Lingkungan Passaukang, Kelurahan Tolo Timur, Kecamatan Kelara, Jeneponto, Rabu dini hari (25/7/2018) sekitar pukul 02.30 Wita, ludes dilalap api.

Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik atau hubungan pendek arus listrik.

Plt. Kasubag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul mengungkapkan, api pertama kali terlihat dari dinding rumah milik Sdr. Sudding yang saat itu sedang tertidur pulas bersama istrinya di bawah kolong rumahnya.

“Melihat kobaran api itu, masyarakat spontan berteriak” tolong ada kebakaran” dan membangunkan Sudding dan istrinya yang tertidur,” ucap AKP Syahrul.

Kobaran api semakin membesar dikarenakan rumah milik Sudding terbuat dari anyaman bambu.

“Dengan alat seadanya, warga berdatangan membantu melakukan pemadaman namun hembusan angin yang kencang sehingga api sulit dipadamkan dan merambat ke rumah Mangsi, Tiro, Safri dan Dg. nuru,” ujar Syahrul.

Tepat pukul 03.00 Wita, 4 unit mobil Damkar milik Pemkab Jeneponto tiba di lokasi kebakaran dan melakukan pemadaman dibantu warga setempat.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi dipredikisi mencapai milliaran rupiah.

Kasus tersebut saat ini dalam penanganan Kepolisian Sektor Kelara Kabupaten Jeneponto.

Penulis: Awal

Editor: Bang Ali