Kondisi Jembatan Penghubung Kecamatan Mengkhawatirkan,Pemkab Jeneponto Diminta Peduli

LINGKARTURATEA.COM, JENEPONTO,-Salah satu Jembatan penghubung Kecamatan Batang dengan Kecamatan Arungkeke yang berada di dusun Borongtala desa Arungkeke Pallantikang Kecamatan Arungkeke,Jeneponto, Sulawesi Selatan saat ini sudah mulai rusak dan menghawatirkan bagi pengendara, sebab ada beberapa titik dari jembatan sudah retak bahkan besi cor sudah ada yang putus sehingga dikhawatirkan jika dilewati mobil-mobil dengan muatan yang berat akan ambruk.

“ Kondisi jembatan yang sudah berumur 35 tahun tersebut sudah rusak, kerusakan bukan di satu titik saja. Ada beberapa titik kerusakan di jembatan tersebut, ini membuat masyarakat dan pengendara khawatir. Sejak kondisi jembatan terus mengalami kerusakan, maka kepala desa Arungkeke Pallantikang sudah melarang mobil besar dengan muatan berat untuk melewati jembatan itu”.”Ungkap Jabal Nur salah seorang warga setempat kepada lingkarturatea.com, Rabu, (29/11/17).

Jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat yang ada di dua kecamatan yakni Kecamatan Batang dan Arungkeke. Jika jembatan tidak bisa lagi di lewati maka warga dusun Borongtala dan warga kecamatan Batang, Taroang akan memilih rute jalan yang jauh untuk sampai di Kecamatan Arungkeke. ” jelasnya.

Lanjut Jabal Nur menegaskan jika warga berharap jembatan tersebut bisa segera diperbaiki oleh pemerintah kabupaten Jeneponto.”Kami butuh kepedulian dan kepekaan pemerintah agar tercipta pemerataan pembangunan, bukan hanya di daerah perkotaan saja atau infrastruktur yang masih bagus dibenahi terus tapi yang urgen seperti akses jembatan ini justru tidak dipedulikan.”tegasnya.

Sementara itu, H.Abd.Rahim, kepala desa Arungkekke Pallantikang, Kecamatan Arungkeke saat dikonfirmasi lingkarturatea.com di rumahnya beberapa waktu yang lalu mengatakan bahwa jembatan permanen yang berada di dusun Borongtala tersebut menjadi akses utama warga untuk beraktivitas. Bahkan, warga harus mengambil jalur lain dengan menempuh jarak lebih jauh, sekitar lima kilometer jika jembatan itu sampai ambruk.”jelasnya.

“Memang itu jadi jalan utama antarkedua kecamatan, biasa dilintasi kendaraan-kendaraan dengan muatan berat, tapi sekarang saya sudah batasi kendaraan bermuatan berat. Sangat berbahaya kalau kendaraan bermuatan berat melewati jembatan itu, kondisi jembatan seperti berayung dan goyang. Jadi, sebelum memakan korban, kami minta agar jembatan penghubung dua kecamatan tersebut segera diperbaiki”.”harapKades Arungkeke Pallantikang.

(45W1N)