Koalisi LSM Jeneponto minta Aparat Kepolisian Tindak Penambang Liar

LINGKARTURATEA.COM, JENEPONTO,-Koordinator Lembaga Investigasi Korupsi Turatea, Abd.Rauf, mendesak pemerintah bersama aparat kepolisian resort Jeneponto segera melakukan penertiban terhadap aktivitas penambangan liar di Jeneponto.

“Kami minta pemerintah dan aparat Polres Jeneponto agar melakukan penertiban aktivitas penambangan galian C tanpa ijin,” ujarnya, Rabu (28/3/2018) di Cafe 77 Binamu.

Kalau ada tambang yang sudah beroperasi dan baru mengurus ijin, itu menyalahi aturan. Dimana-mana, tegas Abd.Rauf, ijin dulu yang di urus baru bisa beroperasi.

“Pemda lelet ambil sikap. Sudah tahu tak berijin, tapi malah membiarkan dan menyarankan untuk segera urus ijin,” terangnya.

Jika ada perusahaan melakukan aktivitas penambangan tanpa ijin, itu Illegal mining namanya. Pemerintah dan aparat kepolisian harus tegas menindak setiap perbuatan ilegal yang bisa merusak lingkungan, terlebih lagi, perusahaan seperti itu tidak memberikan kontribusi bagi daerah.

Secara otomatis, perusahaan yang tidak memiliki ijin pasti tidak membayar pajak. Perusahaan seperti itu hanya ingin mengeruk keuntungan semata, tapi tidak memberikan manfaat bagi daerah. Bagaimana tidak, selama ini pajak tambang galian C hanya ditagih dari rekanan/kontraktor bukan dari pengusaha tambang galian C itu,“Jelas tidak ada kontribusi untuk PAD,” sebutnya.

Sementara itu, Syamsuddin, Koordinator Divisi penindakan Komisi Independen Transparansi Anggaran (KONTRA) Indonesia mengharapkan Polisi Resort Jeneponto tidak tebang pilih dan mengusut tuntas aktivitas penambangan yang diduga ilegal di Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kami menduga banyak aktivitas illegal mining yang terjadi di Jeneponto sebab itu kami berharap seluruh pihak yang terlibat diseret ke hadapan hukum guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ucapnya.

Syamsuddin menduga aktivitas ilegal itu selain berdampak pada kerusakan lingkungan juga telah berdampak pada kerugian negara. Dirinya menduga ada pihak-pihak yang bermain dibelakang layar hingga aktivitas ilegal tersebut tetap berlangsung.

Penulis: Aswin
Editor: Zulpadli