Ketua Fraksi PDIP Jelaskan Maksud Pernyataan Effendi Simbolon yang Singgung Dugaan Disharmoni TNI

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 16 September 2022 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi PDI-Perjuangan Utut Adianto dan Anggota DPR RI Effendi Simbolon. (Dok. Indonesiadefence.com)

Ketua Fraksi PDI-Perjuangan Utut Adianto dan Anggota DPR RI Effendi Simbolon. (Dok. Indonesiadefence.com)

LINGKAR NEWS – Ketua Fraksi PDI-Perjuangan Utut Adianto mendampingi Anggota DPR RI Effendi Simbolon menyampaikan permohonan maaf terkait kelalaian dalam berkata saat Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama institusi TNI.

Utut Adianto menyatakan bahwa Effendi Simbolon sebenarnya bermaksud baik saat menyinggung adanya dugaan disharmoni di tubuh TNI.

“Beliau (Effendi Simbolon) adalah putra atau keluarga besar dari TNI AD. Bapaknya beliau adalah Letnan kolonel, Mangara Monang Simbolon.”

“Dari sini kami paham, beliau konteksnya sesungguhnya menguatkan TNI,” ujar Utut saat mendampingi Effendi Simbolon.

Meskipun demikian, selaku Ketua Fraksi PDI-Perjuangan, ia meyakini kadang terdapat kelalaian kata dalam mengambil diksi yang kurang tepat sehingga berdampak sosial secara luas.

Sehingga, ia berharap setelah penjelasan tersebut, suasana akan kembali tenang dan keutuhan dalam bingkai NKRI tidak mudah tercerai-berai hanya karena satu peristiwa.

“Yang jelas sebagai pimpinan fraksi, saya memastikan bahwa Bung Effendi Simbolon tidak punya niat tidak baik. Jadi beliau niatnya sangat baik.”

“Bahkan menurut hemat saya sangat mulia, di mana beliau menginginkan TNI kita sangat kuat dan bersatu.”

“Ada ada jiwa korsa yang kuat, antara pemimpin dan yang dipimpin punya sikap saling menghargai,” kata Utut.

Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon juga menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian dalam berkata saat Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama institusi TNI beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kesalahan pemahaman tersebut dimaksudkan untuk bertujuan baik, yaitu agar TNI menjadi institusi yang kuat, bersatu, dan harmoni antara pimpinan dan bawahan di semua matra.

“Sekali lagi saya mohon maaf, saya tujukan ini kepada seluruh prajurit, baik yang bertugas maupun yang sudah purna dan juga para pihak yang mungkin tidak nyaman dengan perkataan saya.”

“Juga kepada panglima TNI dan Kasad, saya mohon maaf dan juga kepada kepala Staf Angkatan Laut dan Angkatan Udara yang juga merasa kurang nyaman.”

“Sekali lagi saya mohon maaf,” ujar Effendi dalam keterangan pers di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu, 14 September 2022.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Lingkarnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Kontroversi Vonis Tom Lembong Perkuat Desakan Reformasi Peradilan Indonesia
RUU KUHAP Dibahas DPR, KPK Tak Pernah Dilibatkan Sejak Penyusunan DIM
Jokowi Tanggapi Usulan Pemakzulan Gibran Rakabuming, Tegaskan Pemilu Presiden-Wapres Satu Paket
Jokowi Tanggapi Usulan Pemakzulan Gibran Rakabuming, Tegaskan Pemilu Presiden-Wapres Satu Paket
Kepala PCO Hasan Nasbi Sebut Reshuffle Kabinet Prabowo Mungkin Terjadi, Tapi Masih Jadi Hak Prerogatif
Gibran – Megawati Bertemu di Hari Pancasila, Partai Golkar: Ini Sinyal Baik untuk Persatuan Nasional
Polemik Ketua Umum PPP Memanas, Romahurmuzy dan Yahidin Saling Serang Menjelang Muktamar Partai
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi Tanggapi Terkait Soal Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih

Berita Terkait

Senin, 21 Juli 2025 - 14:19 WIB

Kontroversi Vonis Tom Lembong Perkuat Desakan Reformasi Peradilan Indonesia

Jumat, 18 Juli 2025 - 08:18 WIB

RUU KUHAP Dibahas DPR, KPK Tak Pernah Dilibatkan Sejak Penyusunan DIM

Senin, 9 Juni 2025 - 09:24 WIB

Jokowi Tanggapi Usulan Pemakzulan Gibran Rakabuming, Tegaskan Pemilu Presiden-Wapres Satu Paket

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:15 WIB

Jokowi Tanggapi Usulan Pemakzulan Gibran Rakabuming, Tegaskan Pemilu Presiden-Wapres Satu Paket

Kamis, 5 Juni 2025 - 11:51 WIB

Kepala PCO Hasan Nasbi Sebut Reshuffle Kabinet Prabowo Mungkin Terjadi, Tapi Masih Jadi Hak Prerogatif

Berita Terbaru