Janji Bupati dan Kadis Dikbud Tak Terealisasi, Guru Bantu Mogok Mengajar, Aduuh,,,Mana Itu Janji.

LINGKARTURATEA.COM,JENEPONTO,- Mutasi kepala sekolah beberapa waktu lalu ternyata menimbulkan dampak kurang bagus bagi dunia pendidikan. Bagaimana tidak, mutasi yang diharapkan mampu meregenerasi kepemimpinan kepala sekolah justru mengakibatkan dampak negatif pada proses belajar mengajar guru-guru di sekolah itu tidak efektif lagi. Seperti yang terjadi di SDN No.88 Bontosunggu Paitana di Dusun Bontosunggu Desa Bungungloe Kecamatan Turatea, Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Semua guru bantu di sekolah ini tidak suka dengan sikap dan tingkah laku kepala sekolah baru(Hj.Darmawati) dengan alasan arogan serta belum layak menjadi kepala sekolah. Tadi, saat upacara pengibaran bendera Merah Putih, Senin, 28 Nopember 2017, kami semua guru-guru disini tidak mau ikut upacara kalau kepala sekolah baru itu jadi pembina upacara. Kami masih tetap mempertahankan kepala sekolah lama makanya kami sepakat untuk tidak ikut upacara benderaā€¯. Tegas Hamsiah kepada Lingkarturatea.com.

Kami ingin masuk ke ruangan guru untuk mempersiapkan proses belajar mengajar tapi kepala sekolah (Hj. Darmawati) ada dalam ruangan guru dan tak mungkin kami bisa masuk ke ruangan itu karena kami tidak suka dengan kepala sekolah itu, begitu juga sebaliknya, ketika kami berada di ruang guru kepala sekolah itu juga tak mau masuk ke ruangan. Jadi kami duduk santai saja di bawah pohon asam ini. “jelas Hamsiah.

Lanjutnya, kami juga tahu tugas dan kewajiban seorang guru, tapi apa mungkin akan berjalan sesuai yang diharapkan jika seorang kepala sekolah terlalu arogan dan menghargai guru bantunya. Justru kami menagih janji Bupati dengan Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Jeneponto yang berjanji akan segera mengganti kepala sekolah tersebut, tapi sampai sekarang itu tidak terjadi. Inilah efeknya, justru anak-anak didik terlantar dan proses belajar mengajar tidak efektif lagi. Coba bayangkan selama dua bulan lebih, keharmonisan antara kepala sekolah dan guru itu tidak ada, masa pak Bupati dan pak Kadis Dikbud hanya berpangku tangan, jangan tutup mata pak, kami tagih janji bapak. “tutup Hamsiah.,

(45W1N)