HMI Berunjuk Rasa di Kantor PDAM Jeneponto, Hanya Seorang Plt Yang Peka Akan Derita Rakyat

LINGKARTURATEA. COM, JENEPONTO – Aksi unjuk rasa sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Jeneponto dinilai sebagai sesuatu aksi kepedulian akan derita masyarakat. HMI yang kembali melakukan aksi unjuk rasa di Kantor PDAM Jeneponto, Sulawesi Selatan, senin (20/11/2017) dengan lantang berteriak untuk penyelesaian kisruh di PDAM.

Agenda unjuk rasa HMI Cabang Jeneponto, SulSel terkait kisruh di tubuh PDAM yang berlarut-larut yang sampai sekarang tidak ada tanda tanda akan berakhir. Ini akibat dengan adanya berbagai permasalahan manajemen di internal PDAM. Apalagi air PDAM sudah hampir tiga pekan tidak mengalir. Ironisnya, pemerintah kabupaten Jeneponto dalam hal ini Bupati seolah hanya bisa diam dan tidak peka serta peduli akan kebutuhan mendasar bagi masyarakat ini.

Di depan kantor PDAM, HMI Jeneponto, SulSel dalam tuntutannya, mendesak Bupati Jeneponto sebagai penanggungjawab pemerintahan agar peka dan peduli dengan segera melakukan normalisasi manajemen PDAM jeneponto, mendesak dewan pengawas dan Plt Direktur PDAM agar segera melakukan upaya penuntutan hukum dugaan korupsi PDAM, Meminta Kejaksaan Negeri Jeneponto, SulSel agar segera menuntaskan kasus dugaan tindak pidana korupsi PDAM.

Plt. Direktur PDAM kabupaten Jeneponto, H. Burhan Krg. Langke,

Sementara itu, Plt Direktur PDAM Jeneponto, H. Burhan Krg Langke di depan para demonstran mengatakan, kalau dia baru saja melunasi tunggakan listrik PDAM di kantor PLN Jeneponto sebesar 513 juta rupiah.

” Tunggakan listrik sudah kami lunasi, tapi pompa airnya masih rusak. Estimasi biaya perbaikannya sebesar 1,9 milyar rupiah, kalau beli yang baru harganya 3,9 milyar rupiah. Jadi, kita minta pinjam dulu dari Pemkab Jeneponto untuk memperbaiki pompa tersebut. Tunggakan listrik itu, saya pakai uang pribadi untuk melunasi di PLN,” kata H. Burhan kepada para demonstran HMI Jeneponto, di Kantor PDAM Jeneponto.

Dalam waktu satu jam ke depan air sudah mengalir, namun debit air yang terlalu deras. Hanya memang, kualitas airnya masih keruh karena pompa filterisasinya masih rusak. “kita terus berusaha memperbaiki pompa distribusinya. ” tegas H. Burhan lagi.

(RAUF)