Harga BBM Naik, Aliansi Mahasiswa Desak Pemerintah Tunda Proyek Strategis Nasional

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 10 September 2022 - 07:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar demo di Istana Negara, Senin 28 Maret 2022. (Twitter.com/@FazaQuin)

Ilustrasi. Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar demo di Istana Negara, Senin 28 Maret 2022. (Twitter.com/@FazaQuin)

LINGKAR NEWS – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mendesak pemerintah untuk menunda proyek strategis, usai harga BBM naik.

Alasannya proyek tersebut tidak berdampak langsung kepada masyarakat dan lebìh baik mengalihkan anggarannya ke subsidi BBM yang lebih berdampak kepada masyarakat

Hal tersebut diungkap oleh Koordinator Media BEM SI 2022,
Arif Maulana melalui akun instagram resmi @bem_si.

Dia juga menulis, tindakan konyol pemerintah menaikkan harga BBM menunjukkan bahwa keberpihakan anggaran Pemerintah terhadap kebutuhan rakyat sangat minim.

Karenanya, Aliansi BEM Seluruh Indonesia memberikan tiga poin tuntutan :

1. Menuntut dan mendesak pemerintah mencabut keputusan terkait kenaikan BBM

2. Menuntut dan mendesak pemerintah menunda proyek strategis nasional yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat.

Dan mengalihkan anggarannya ke subsidi BBM yang lebih berdampak kepada masyarakat

3. Menuntut dan mendesak pemerintah untuk menerapkan regulasi pemakaian BBM bersubsidi secara tegas

Dikutip dari akun resmi medsos Aliansi BEM Seluruh Indonesia, pihaknya juga memberikan ultimatum kepada pemerintah untuk memberikan tanggapannya.

Arif Maulana menyebut, jika dalam 7 × 24 jam tidak ada tanggapan dari pemerintah, maka pihaknya akan kembali penuhi jalanan

“Kami akan datang kembali untuk melakukan perlawanan, kami akan datang dengan Massa Aksi yang lebih banyak dan lebih besar,” katanya.***

Berita Terkait

Kontroversi Vonis Tom Lembong Perkuat Desakan Reformasi Peradilan Indonesia
RUU KUHAP Dibahas DPR, KPK Tak Pernah Dilibatkan Sejak Penyusunan DIM
Jokowi Tanggapi Usulan Pemakzulan Gibran Rakabuming, Tegaskan Pemilu Presiden-Wapres Satu Paket
Jokowi Tanggapi Usulan Pemakzulan Gibran Rakabuming, Tegaskan Pemilu Presiden-Wapres Satu Paket
Kepala PCO Hasan Nasbi Sebut Reshuffle Kabinet Prabowo Mungkin Terjadi, Tapi Masih Jadi Hak Prerogatif
Gibran – Megawati Bertemu di Hari Pancasila, Partai Golkar: Ini Sinyal Baik untuk Persatuan Nasional
Polemik Ketua Umum PPP Memanas, Romahurmuzy dan Yahidin Saling Serang Menjelang Muktamar Partai
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi Tanggapi Terkait Soal Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih

Berita Terkait

Senin, 21 Juli 2025 - 14:19 WIB

Kontroversi Vonis Tom Lembong Perkuat Desakan Reformasi Peradilan Indonesia

Jumat, 18 Juli 2025 - 08:18 WIB

RUU KUHAP Dibahas DPR, KPK Tak Pernah Dilibatkan Sejak Penyusunan DIM

Senin, 9 Juni 2025 - 09:24 WIB

Jokowi Tanggapi Usulan Pemakzulan Gibran Rakabuming, Tegaskan Pemilu Presiden-Wapres Satu Paket

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:15 WIB

Jokowi Tanggapi Usulan Pemakzulan Gibran Rakabuming, Tegaskan Pemilu Presiden-Wapres Satu Paket

Kamis, 5 Juni 2025 - 11:51 WIB

Kepala PCO Hasan Nasbi Sebut Reshuffle Kabinet Prabowo Mungkin Terjadi, Tapi Masih Jadi Hak Prerogatif

Berita Terbaru