Enam Bulan Air Bersih Tak Mengalir, Warga Desa Camba-Camba Minta Perhatian Pemerintah

[caption id="attachment_2655" align="aligncenter" width="1280"] Warga Kampung Bontolaya, Jenetallasa Desa Camba-camba, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, menggunakan jasa mobil sewa untuk mendapatkan air bersih[/caption] LINGKARTURATEA.COM, JENEPONTO,-Warga Kampung Bontolaya, Jenetallasa Desa Camba-camba, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, Sulsel, kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Kesulitan air yang dirasakan warga setempat terjadi sejak enam bulan terakhir. Hal itu karena sumur bor yang merupakan pemasok air bersih satu satunya di dusun itu, mengalami kerusakan beberapa bulan lalu. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian warga rela mengambil air bersih dari kampung tetangga dengan menggunakan mobil. Biaya yang dikeluarkanpun sebesar 50 ribu rupiah per hari. Yakni, 30 ribu untuk sewa mobil dan 20 ribu untuk membeli air. Namun, ada juga warga yang rela berjalan kaki sejauh kurang lebih satu kilometer dengan membawa jerigen untuk mengambil air di Dusun Camba-camba. Dari pantauan lingkarturatea.com, Sabtu, (14/7/2018). Salah satu warga Dusun Jene'tallasa Dg Ngami mengatakan, sejak enam bulan terakhir air dari sumur bor sudah tidak mengalir karena mesinnya rusak. " Sudah beberapa bulan ini sumur bor ini sudah tidak berfungsi, sehingga kami warga Dusun Bontolaya dan Bontokebo membeli air disalah satu warga, meski harus menyewa mobil pick up untuk mengangkut jerigen yang berisi air. Seharinya, kami harus mengeluarkan uang 50 ribu untuk mendapatkan air bersih," ungkapnya Warga Kampung Bontolaya dan Bontokebo Desa Camba-camba berharap agar pemerintah Desa dan Kabupaten Jeneponto agar memperhatikan warganya yang kesulitan mendapatkan air bersih. Sementara itu, Kepala Desa Camba-camba, Segani Sikki yang dikonfirmasi via telepon selularnya ternyata tidak berhasil. Menurut Dina (anak kades camba camba) yang menjawab telepon ketika dihubungi mengatakan, kepala desa lagi keluar, kebetulan dia tidak bawa handphone. "Tidak ada Kepala Desa, lagi keluar, handphonenya dia tidak bawa,"ucap Dina. Lanjut Dina, membantah jika kerusakan mesin sumur bor itu tidak diperhatikan oleh pemerintah desa dan kerusakan itu baru sekitar satu bulan yang lalu. "Mesinnya sementara diperbaiki, dan tidak mungkin dibiarkan begitu saja,"bantah Dina. Penulis : Aswin Editor : Bang Ali

Warga Kampung Bontolaya, Jenetallasa Desa Camba-camba, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, menggunakan jasa mobil sewa untuk mendapatkan air bersih

LINGKARTURATEA.COM, JENEPONTO,-Warga Kampung Bontolaya, Jenetallasa Desa Camba-camba, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, Sulsel, kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Kesulitan air yang dirasakan warga setempat terjadi sejak enam bulan terakhir. Hal itu karena sumur bor yang merupakan pemasok air bersih satu satunya di dusun itu, mengalami kerusakan beberapa bulan lalu.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian warga rela mengambil air bersih dari kampung tetangga dengan menggunakan mobil. Biaya yang dikeluarkanpun sebesar 50 ribu rupiah per hari. Yakni, 30 ribu untuk sewa mobil dan 20 ribu untuk membeli air.

Namun, ada juga warga yang rela berjalan kaki sejauh kurang lebih satu kilometer dengan membawa jerigen untuk mengambil air di Dusun Camba-camba.

Dari pantauan lingkarturatea.com, Sabtu, (14/7/2018). Salah satu warga Dusun Jene’tallasa Dg Ngami mengatakan, sejak enam bulan terakhir air dari sumur bor sudah tidak mengalir karena mesinnya rusak.

” Sudah beberapa bulan ini sumur bor ini sudah tidak berfungsi, sehingga kami warga Dusun Bontolaya dan Bontokebo membeli air disalah satu warga, meski harus menyewa mobil pick up untuk mengangkut jerigen yang berisi air. Seharinya, kami harus mengeluarkan uang 50 ribu untuk mendapatkan air bersih,” ungkapnya

Warga Kampung Bontolaya dan Bontokebo Desa Camba-camba berharap agar pemerintah Desa dan Kabupaten Jeneponto agar memperhatikan warganya yang kesulitan mendapatkan air bersih.

Sementara itu, Kepala Desa Camba-camba, Segani Sikki yang dikonfirmasi via telepon selularnya ternyata tidak berhasil. Menurut Dina (anak kades camba camba) yang menjawab telepon ketika dihubungi mengatakan, kepala desa lagi keluar, kebetulan dia tidak bawa handphone.

“Tidak ada Kepala Desa, lagi keluar, handphonenya dia tidak bawa,”ucap Dina.

Lanjut Dina, membantah jika kerusakan mesin sumur bor itu tidak diperhatikan oleh pemerintah desa dan kerusakan itu baru sekitar satu bulan yang lalu.

“Mesinnya sementara diperbaiki, dan tidak mungkin dibiarkan begitu saja,”bantah Dina.

Penulis : Aswin

Editor : Bang Ali