Diduga Tak Laksanakan Upacara Bendera, Kepsek SD Inpres 49 Balang 1 Minta diCopot

LINGKARTURATEA.com, Jeneponto,-Oknum kepala sekolah dan guru SD Inpres No.49 Balang 1 diduga tidak menghormati dan menunjukkan kecintaannya pada NKRI. Bagaimana tidak, kegiatan upacara bendera pada hari senin tidak dilakukan sebagaimana yang sudah diperintah dan diwajibkan oleh Negara. Demikian diungkapkan Ketua Lp3d Jeneponto, Budiman Tompo saat dikonfirmasi lingkarturatea.com via telepon selularnya, Senin (19/2/18)

Ketua Lp3d Jeneponto, Budiman Tompo(kiri)

Menurut Budiman Tompo, apa yang dilakukan kepala sekolah bersama guru dan pegawai SD Inpres No.49 Balang 1 tidak boleh dibiarkan. Kejadian dengan tidak melaksanakan upacara bendera setiap hari senin dapat diindikasikan tidak menghormati, menghargai jasa para pahlawan dan perlu dipertanyakan kecintaannya pada NKRI.

“Kami minta dan mendesak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto agar mencopot kepala sekolah SD Inpres 49 Balang 1 serta meminta klarifikasi guru/pegawai yang hadir pada waktu itu. Mereka semua lalai dan terkesan sudah melupakan aturan yang mengikat tentang pelaksanaan upacara bendera tersebut”, tegas Budiman Tompo.

Hal sama disampaikan oleh Direktur Lembaga Investigasi Korupsi Turatea, menurut Aswin, sangat disayangkan tindakan kepala sekolah dan guru yang tidak menunjukkan rasa nasionalisme dan kecintaan pada NKRI. Kegiatan upacara bendera setiap hari senin ini adalah kewajiban. Dan Kewajiban ini diatur sesuai dalam Surat Edaran Mendagri No: 019.1/3976/SJ/2015 tentang Pelaksanaan Upacara Bendera dan diterbitkan tanggal 28 Juli 2015.

“Bagi kepala sekolah yang tidak melaksanakan upacara dan tidak menghormati bendera merah putih, maka orang tersebut tidak perlu menjadi Kepala Sekolah (Kepsek) lagi. Saya minta pihak Kodim Jeneponto perlu mempertanyakan dan meminta klarifikasi ke kepala sekolah tersebut”, ungkap Aswin.

Sementara itu, kepala sekolah SD Inpres No.49 Balang 1 yang berusaha dikonfirmasi ternyata belum bisa di temui.

Penulis: Awi
Editor: Eman