Diduga Surat Keterangan Palsu, Lurah Tolo Dilaporkan ke Polisi

H. Hasan Lurah Tolo Kecamatan Kelara Jeneponto, Sulawesi Selatan

H. Hasan Lurah Tolo Kecamatan Kelara Jeneponto, Sulawesi Selatan

LINGKARTURATEA.COM, JENEPONTO,- Syamsul Tanro(45 thn) warga Belokallong, Balang Toa, kecamatan Binamu, didampingi ketua lsm LINGKAR dan LPPA-RI, melaporkan Lurah Tolo, kecamatan Kelara, H. Hasan, ke Polsek Kelara kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan dengan nomor laporan polisi:STPL/C/66.a/XI/2017/SPKT sek.Kelara, tertanggal 7 November 2017.

H. Hasan dilaporkan karena dugaan membuat keterangan palsu dalam pernyataan keterangan ahli waris almarhum H. Jabbar Tanro yang tak lain adalah orang tua kandung Syamsul Tanro(pelapor).

Syamsul mengatakan jika surat keterangan ahli waris tunggal yang dibuat dan ditandatangani lurah Tolo itu bernomor:145/853/VIII/2017, sudah merugikan kami. Kami sudah menempuh berbagai cara mediasi ke pak lurah Tolo, namun pak lurah tidak merespon dengan berbagai alasan. Ada indikasi H. Hasan(lurah Tolo) tidak mau membuat surat keterangan pembatalan ahli waris tunggal yang dia sudah buat sebelumnya, sementara dia(H.Hasan) sudah mengakui dengan surat pembatalan ke akta notaris. “jelas Syamsul kepada lingkarturatea.com, senin(13/11/17).

Syamsul Tanro, Warga Balangtoa Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sulawesi Selatan

Bukti terjadinya pemalsuan dokumen yakni surat keterangan ahli waris tunggal, sudah kami ajukan ke pihak penyidik polsek Kelara termasuk pengakuan tertulis berupa surat penyampaian yang ditujukan ke kantor akta notaris, Indah Wijayati, SH, bernomor: 145/1091/IX/2017, serta beberapa orang saksi. Dokumen berupa surat keterangan ahli waris tunggal yang dibuat oleh Lurah Tolo sudah merugikan kami bersaudara baik secara materi maupun inmateri. Sehingga kami minta ke pihak Polsek Kelara agar memproses kasus ini secepatnya agar tidak menimbulkan banyak kerugian.”tegasnya”.

Syamsuddin Nompo, ketua LPPA-RI kepada lingkarturatea.com, di kantor Mapolsek Kelara menegaskan bahwa bukti terjadinya pelanggaran pidana pasal 263 KUHP yang dilakukan Lurah Tolo sudah jelas. Penerbitan surat keterangan ahli waris tunggal dari almarhum Drs.H.M.Jabbar Tanro telah menimbulkan kerugian. Ada bukti pengakuan tertulis dari pak lurah berupa surat penyampaian ke
notaris. Kami sudah melakukan upaya mediasi namun tidak direspon. Perlu diketahui bahwa, almarhum punya banyak anak dan semua berhak atas harta almarhum H. Jabbar Tanro.”Mestinya, oknum lurah berlaku objektif dalam persoalan ini,” tegasnya”.

Kanit Reskrim Polsek Kelara kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, ¬†Mukhlis yang dikonfirmasi lingkarturatea.com, via telepon, senin(13/11/17) membenarkan laporan tersebut. “Iya kami sudah menerima laporan pemalsuan dokumen itu termasuk bukti-bukti permulaan terjadinya tindak pidana itu, insyaallah dalam waktu dekat kami akan melakukan pemanggilan baik pelapor maupun terlapor serta beberapa saksi”. “ucap Mukhlis”.

Sementara itu, Lurah Tolo, H. Hasan yang ingin di temui lingkarturatea.com di kediamannya di lingkungan rannayya, Tolo kecamatan Kelara ternyata tidak berhasil. Telepon selularnya coba dihubungi namun tidak diangkat.

(45WIN)