Diduga Curang, Kadus dan Warga Masyarakat Minta Pemilihan Ulang

LINGKARTURATEA.COM, JENEPONTO,-Proses pemilihan anggota Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Desa Bungeng, Kecamatan Batang, yang berlangsung di kantor desa setempat, Rabu (07/03/2018) siang kemarin, sarat kecurangan.

Indikasi terjadi kecurangan yang dilakukan ketua panitia dengan ditemukannya pemilih dari wakil dusun yang tidak sesuai dengan syarat ketokohan yang ada.

Menurut Kepala Dusun Pelabuhan, Burhan Beta menuturkan bahwa ada pelanggaran yang dilakukan oleh ketua panitia pemilihan anggota BPD. Diantaranya penetapan nama pemilih yang sarat rekayasa dan nepotisme serta tidak tepat sasaran, tidak ada pelibatan kepala dusun dalam penetapan pemilih di dusunnya masing-masing, ada pemilih yang keluarga dekat dengan calon, ungkap Burhan Beta.

Lanjut dia, indikasi kecurangan itu dikuatkan dengan pemberian undangan pemilih diwaktu yang tidak biasanya dilakukan yakni tengah malam tepatnya pukul 22.00 Wita. Bukan hanya itu, saya juga akan memprotes jika penetapan keterwakilan di dusun Pelabuhan tidak mengacu dengan aturan yang ada, “tegasnya.

Sementara itu, Kadus Bungeng, H.Umar Nuju bersedia menjadi saksi atas pelanggaran yang dilakukan oleh ketua panitia. Bagaimana tidak, ada warga Dusun Bungeng yang memberikan hak suaranya di Dusun Junggea.

“Iya, ada warga Dusun Bungeng yang mencoblos untuk Dusun Junggea, ini kan pelanggaran. Ini akibatnya jika kepala dusun tidak dilibatkan dalam penetapan pemilih. Mana keterwakilan dusun jika pemilih yang ditetapkan dan diberi undangan hanya kehendak serta rekayasa oknum tertentu. Apakah separah itu gaya dan style tokoh masyarakat yang ada di Bungeng?”, ucapnya.

“Banyak tokoh masyarakat, agama, perempuan, pemuda yang layak dan pantas diberi undangan untuk memilih, bukan orang yang tidak pernah ikut rapat desa. Ini jelas rekayasa dan nepotisme berdasar kepentingan yang tidak ingin melihat desa Bungeng lebih maju, pasti dia punya tendensi lain. Sampai sekarang saya tidak terima keputusan ini dan saya akan menyurat ke BPMPD serta Bupati, “tegas Kadus Bungeng lagi.

Di tempat terpisah, Koordiv pelaporan Komisi Independen Transparansi Anggaran( KONTRA) Indonesia, Jamal, SH kepada lingkarturatea.com mengatakan bahwa ada beberapa tahapan sampai proses pemilihan berlangsung yang dilanggar ketua panitia. Diantaranya, tahapan seleksi berkas dan tanya jawab itu tidak ada pengumumannya, penetapan pemilih tidak melibatkan kadus setempat, penetapan pemilih hanya ditentukan oleh ketua panitia tanpa melibatkan atau merapatkan terlebih dahulu dengan panitia lain. Bukan hanya itu, undangan pemilih dicatat/ditulis di rumah ketua panitia secara sembunyi-sembunyi. Ironisnya lagi, kami temukan pemilih yang tidak hadir namun diwakili oleh keluarganya. Kepala desa harus menindaklanjuti masalah ini, apalagi ada protes dari kadus, calon dan masyarakat, “kata Jamal.

Warga meminta, hasil pemilihan itu dibatalkan dan dilakukan pemilihan ulang pada kemudian hari. Mengantisipasi terjadinya hal yang sama, warga juga meminta panitia harus berasal dari warga atau tokoh masyarakat yang independen. “Harus dilakukan pemilihan ulang, ketua panitia harus diganti dari tokoh masyarakat yang independen,” tegas warga.

Penulis : Awal andrian
Editor : Zulpadli