Diduga Ada Mafia Dalam Pengadaan Soal Semester, Pejabat DisDiknas Tidak Tahu

LINGKARTURATEA.COM, JENEPONTO,-
Salah satu kegiatan kurikulum pada program peningkatan mutu pendidikan siswa adalah di adakannya ulangan semester, pada tanggal 4 hingga 9 Desember 2017 ulangan semester 1 di mulai, ulangan semester dilaksanakan sebagai salah satu tolak ukur dan evaluasi sejauh mana murid-murid menyerap ilmu yang sudah di sampaikan.

Namun, evaluasi semesteran tahun ini menimbulkan sejuta tanya bahkan kritikan dari aktivis peduli pendidikan di daerah ini tentang pembuatan dan penggandaan soal semester yang diduga menguras anggaran dana biaya operasional sekolah(BOS). Pasalnya, baru tahun ini, murid-murid sekolah dasar di kelas satu dan dua mengikuti ulangan semester tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Demikian diungkapkan Samsuddin Nompo kepada lingkarturatea.com, di Cafe 88, Sabtu(9/12/17).

Soal Semester Ganjil SD kelas I dan II yang didistribusikan pihak Dinas pendidikan & kebudayaan Jeneponto

” iya baru tahun ini, murid SD kelas satu dan dua ulangan semester dengan soal dari percetakan yang diduga didistribusikan atas rekomendasi Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto. Padahal, murid SD kelas 1 dan 2 belum bisa membaca, jadi bagaimana menjawab soal-soal itu. Mengukur kemampuan murid SD kelas 1 dan 2 tidak harus memberikan 15 nomor soal, tapi cukup wali kelas yang menguji atau membuat soalnya. Tidak perlu pakai percetakan yang biayanya menguras dana BOS. “tegas Samsuddin Nompo.

Lanjut Nompo, mengatakan jika pengadaan soal semester ganjil tahun 2017 untuk tingkat sekolah dasar menimbulkan asumsi miring terhadap penyelenggara pendidikan baik ditingkat kabupaten maupun ditingkat kecamatan. Belum lagi, biaya pengadaan soal yang harganya disinyalir terlalu mahal. Ironisnya lagi, pengadaan soal semester ini diduga tidak diketahui oleh pejabat terkait di Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto. ” ketus Samsuddin Nompo

Lembaran Soal SD kelas I Dan II

Sementara itu, kepala seksi kurikulum pendidikan dasar dinas pendidikan kabupaten Jeneponto, M.Katli, SE yang dikonfirmasi via telepon menuturkan bahwa untuk semester ganjil tahun ini kami diseksi kurikulum tidak dilibatkan. Jadi, kalau masalah pembuatan dan pengadaan soal kelas 1,2, kami tidak tahu siapa yang buat. Bukan hanya itu, semua soal semester kelas 1 – 6 saya tidak tahu, tidak seperti tahun sebelumnya itu ada perakit soal yang dikumpulkan dari 11 kecamatan. “tuturnya.

Hal yang sama disampaikan kepala bidang pendidikan dasar dinas pendidikan kabupaten Jeneponto, Muhammadong, SE, melalui telepon selularnya menjelaskan kalau pembuatan soal semester untuk kelas 1,2 baru beberapa hari yang diketahui itupun berdasarkan laporan kepala sekolah.

” Banyak kepala sekolah yang menghubungi saya, menanyakan soal semester ganjil terutama soal kelas 1 dan 2 tapi saya jawab bahwa masalah pembuatan dan pengadaan soal semester ganjil tahun ini, itu saya tidak tahu. Sebab, tidak ada tim perakit soal yang dibentuk seperti tahun sebelumnya. “jelasnya.

( Lewa )