Debat Pilkada Jeneponto Rusuh, 4 Orang dari Aliansi Mahasiswa Turatea Diamankan

[caption id="attachment_2239" align="aligncenter" width="1152"] Debat pilkada rusuh, Aliansi Makasiswa Turatea menggelar aksi unjuk rasa[/caption] LINGKARTURATEA.COM, MAKASSAR – Empat orang mahasiswa asal Kabupaten Jeneponto yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Turatea diamankan aparat Polsek Ujung Pandang, Makassar. Ke empat mahasiswa tersebut diamankan saat acara debat pilkada yang dilaksanakan KPU Jeneponto di Hotel Singgasana, Makassar, Jumat(11/5/18) malam. Ke empat mahasiswa yang diduga berasal dari Universitas Muhammadiyah Makassar itu, yakni Nurhadi (24), Muhtahul Arifin (22), Gaffar (24), dan Irsan (26). diamankan lantaran menyusup di debat kedua Pilgub Jeneponto yang digelar di Hotel Singgasana, Makassar. Kapolsek Ujung Pandang, Kompol Wahyu Marzuki, mengatakan jika sekelompok mahasiswa tersebut awalnya melakukan aksi unjuk rasa di area hotel. “Karna tidak memiliki izin untuk menggelar aksi, maka kami bubarkan,” ujar Wahyu pada awak media. Namun tindakan polisi tidak berhasil lantaran sekelompok mahasiswa tersebut terus merangsek masuk ke area parkir hotel dan kembali berorasi. Polisi pun kembali membubarkan kerumunan mahasiswa itu. Menurut Wahyu, mahasiswa yang belakangan diketahui berstatus mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar itu tiba-tiba sudah berada di dalam lobi hotel dan kembali melakukan orasi. Tidak mau kecolongan lagi, polisi pun mengamankan empat orang mahasiswa yang diduga provokator tersebut ke Mapolsek Ujung Pandang. “Ada 4 orang yang sudah kita amankan ke Polsek Ujung Pandang, karena jangan sampai mengganggu jalannya debat. Kita khawatir, jangan sampai menganggu, memprovokasi massa pendukung Paslon hingga timbul gesekan,” ujar Wahyu. Sekedar diketahui bahwa tujuan utama aksi mahasiswa tersebut yakni protes lantaran debat dilakukan di Makassar, di mana menurut mereka harusnya tetap digelar di Jeneponto. Beruntung, aksi sekelompok mahasiswa tersebut tidak menganggu acara debat Pilkada Jeneponto yang diikuti oleh empat pasangan calon tersebut. Penulis: Maupa Editor: Bang Ali

Debat pilkada rusuh, Aliansi Makasiswa Turatea menggelar aksi unjuk rasa

LINGKARTURATEA.COM, MAKASSAR – Empat orang mahasiswa asal Kabupaten Jeneponto yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Turatea diamankan aparat Polsek Ujung Pandang, Makassar. Ke empat mahasiswa tersebut diamankan saat acara debat pilkada yang dilaksanakan KPU Jeneponto di Hotel Singgasana, Makassar, Jumat(11/5/18) malam.

Ke empat mahasiswa yang diduga berasal dari Universitas Muhammadiyah Makassar itu, yakni Nurhadi (24), Muhtahul Arifin (22), Gaffar (24), dan Irsan (26). diamankan lantaran menyusup di debat kedua Pilgub Jeneponto yang digelar di Hotel Singgasana, Makassar.

Kapolsek Ujung Pandang, Kompol Wahyu Marzuki, mengatakan jika sekelompok mahasiswa tersebut awalnya melakukan aksi unjuk rasa di area hotel.

“Karna tidak memiliki izin untuk menggelar aksi, maka kami bubarkan,” ujar Wahyu pada awak media.

Namun tindakan polisi tidak berhasil lantaran sekelompok mahasiswa tersebut terus merangsek masuk ke area parkir hotel dan kembali berorasi. Polisi pun kembali membubarkan kerumunan mahasiswa itu.

Menurut Wahyu, mahasiswa yang belakangan diketahui berstatus mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar itu tiba-tiba sudah berada di dalam lobi hotel dan kembali melakukan orasi. Tidak mau kecolongan lagi, polisi pun mengamankan empat orang mahasiswa yang diduga provokator tersebut ke Mapolsek Ujung Pandang.

“Ada 4 orang yang sudah kita amankan ke Polsek Ujung Pandang, karena jangan sampai mengganggu jalannya debat. Kita khawatir, jangan sampai menganggu, memprovokasi massa pendukung Paslon hingga timbul gesekan,” ujar Wahyu.

Sekedar diketahui bahwa tujuan utama aksi mahasiswa tersebut yakni protes lantaran debat dilakukan di Makassar, di mana menurut mereka harusnya tetap digelar di Jeneponto.

Beruntung, aksi sekelompok mahasiswa tersebut tidak menganggu acara debat Pilkada Jeneponto yang diikuti oleh empat pasangan calon tersebut.

Penulis: Maupa

Editor: Bang Ali