Dalam Situasi Tantangan Tinggi Kita Torehkan 3 Prestasi, Termasuk Berhasil Lewati Masa Prapandemi

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 28 September 2022 - 06:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani. (Instagram.com/@smindrawati)

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani. (Instagram.com/@smindrawati)

Oleh: Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Republik Indonesia

LINGKAR NEWS – Mengukir prestasi saat tantangannya tinggi itu luar biasa. Hal ini bisa dilihat dari hasil audit BPK atas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga/Pemda.

Selamat kepada 83 K/L dan 500 pemda yang mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Termasuk 10 K/L dan Pemda yang sudah meraih WTP minimal 15 kali berturut-turut, 23 K/L dan 62 Pemda yang sudah meraih WTP minimal 10 kali berturut-turut.

Dan 36 K/L dan 316 Pemda yang sudah meraih WTP minimal 5 kali berturut-turut.

Dalam 2 tahun terakhir, banyak sekali perubahan dalam anggaran yang harus dilakukan secara cepat agar APBN dan APBD bisa melindungi masyarakat.

Terbukti, APBN dan APBD menjadi andalan utama untuk melindungi bangsa dari tantangan dan ancaman yang datang dari Covid-19 dan sekarang dari kenaikan harga pangan dan energi.

Perubahan yang harus cepat dan responsif terhadap situasi yang dihadapi namun tetap harus akuntabel adalah kombinasi yang tidak mudah.

Namun, dalam situasi ini kita bisa menorehkan prestasi. Prestasi apa?

Pertama, Indonesia dianggap jadi negara yang relatif sangat baik dalam penanganan Covid-19.

Kedua, Indonesia termasuk negara yang ekonominya sudah berhasil melewati masa prapandemi.

Ketiga prestasi terkait APBN dan APBD, kita menggunakan instrumen keuangan negara secara pruden dimana bisa menangani Covid-19 dan memulihkan ekonomi.

Dengan defisit yang terjaga di 6,14% pada 2020 dan turun ke 4,57% pada 2021 di antara negara-negara lain yang defisitnya mencapai double digit.

Prestasi ini tentu tidak boleh membuat kita berpuas diri.

Ke depan, tentu kita akan terus menggunakan APBN dan APBD secara bertanggung jawab karena tantangan saat ini akan sangat rumit dari sisi keuangan negara dan daerah.

Kita tetap maju tapi kita juga harus memperhitungkan seluruh risiko dengan matang.

APBN harus tetap berfungsi sebagai penjaga negara dan bangsa agar Indonesia bisa pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.

Bersama kita kawal terus akuntabilitas pengelolaan keuangan negara dengan penuh tanggung jawab!

Dari Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2022.

Artikel ini dikutip dari akun Instagram @smindrawati, 22 September 2022.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Lingkarnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik
Hillcon Equity Manuver di Pasar, Investor Tunggu Arah Strategi Jangka Panjang
Press Release Berbayar: Kunci Publikasi yang Konsisten dan Transparan di Media
IHSG Melejit Usai Kesepakatan Dagang AS-Indonesia, Apa Risikonya?
Rice Transplanter Masuk Sawah, Produksi Padi di Kalbar Melesat
Danantara dan Rusia Bangun Galangan Kapal Hijau, Libatkan BUMN Strategis
Portal Ekonomi Baru Lahir: Indonomics.com Tawarkan Transparansi Informasi Korporasi untuk Pembaca Internasional
Kejagung Bongkar Skema Impor Minyak Pertamina: Sembilan Tersangka dan Lima Perusahaan Singapura Terlibat

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:15 WIB

Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:03 WIB

Hillcon Equity Manuver di Pasar, Investor Tunggu Arah Strategi Jangka Panjang

Jumat, 8 Agustus 2025 - 06:25 WIB

Press Release Berbayar: Kunci Publikasi yang Konsisten dan Transparan di Media

Selasa, 29 Juli 2025 - 13:56 WIB

IHSG Melejit Usai Kesepakatan Dagang AS-Indonesia, Apa Risikonya?

Senin, 23 Juni 2025 - 15:53 WIB

Rice Transplanter Masuk Sawah, Produksi Padi di Kalbar Melesat

Berita Terbaru