Korupsi

Bupati Takalar kalah Dipraperadilan Kejati Sulsel Terkait Kasus Korupsi

LINGKARTURATEA.COM, MAKASSAR – KejaksaanTinggi Sulsel kembali memenangkan gugatan praperadilan yang diajukan oleh Burhanuddin Baharuddin sebagai tersangka kasus dugaan korupsi LahanTransmigrasi Disewa Lalang kecamatan Managarabombnag Kabupaten Takalar. Sidang praperadilan Bupati Takalar berlangsung di pengadilan Negeri Makassar,Selasa,31/10/2017.

Sebelumnya pihak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dimenangkan dalam gugatan Praperadilan yang diajukan oleh tiga orang tersangka perkara tindak pidana korupsi penyimpangan APBD Provinsi Sulbar TA. 2016.

Kepala Kejaksaan Tinggi sulsel Dr Jan S Marinka mengatakan Hakim kembali menolak gugatan praperadilan yang diajukan oleh Dr. H. Burhanuddin Baharuddin SE, AK, M.Si selaku tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penjualan lahan pemukiman transmigrasi Desa Laikang Kabupaten Takalar Tahun 2015.

Hal tersebut disampaikan oleh Hakim Pontoh, SH. MH dalam sidang pembacaan putusan atas gugatan Praperadilan yang berlangsung pada hari Selasa (31/10) di Pengadilan Negeri Makassar.

Dalam putusannya kata ,Hakim menyatakan penyidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan telah sah dan sesuai dengan prosedur yang ditentukan dalam KUHAP.”jelasnya.

Kajati Sulsel Dr. Jan S. Maringka menyampaikan bahwa kemenangan tim penyidik atas dua gugatan praperadilan yang diajukan dalam perkara tindak pidana korupsi yang saat ini ditangani oleh Kejati Sulsel membuktikan bahwa seluruh proses penyidikan maupun penetapan tersangka telah dilakukan secara professional dan akuntabel.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pengadilan atas kesamaan persepsi dan semangat yang sama telah terbangun dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di wilayah Sulselbar” lanjut Jan.

Jan menyampaikan bahwa pasca putusan praperadilan tersebut, pihak penyidik kejati sulsel akan memanggil kembali tersangka untuk dillakukan pemeriksaan terhadap tersangka Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin yang dijawalkan pada hari Senin (6/11) mendatang untuk dimintai keterangan dalam perkara diduga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar lebih dari Rp.17 Milyar tersebut.” Jelasnya.

( Din )

Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker