Bupati Nurdin Abdullah Inspirator Perubahan Kabupaten Bantaeng

LINGKARTURATEA.COM, BANTAENG -Siapa yang tak kenal Kabupaten Bantaeng, sebuah Kabupaten dibagian selatan Sulawesi ini, kini menjadi pusat perhatian bukan hanya dalam lingkup lokal tapi juga nasional bahkan global sekalipun.

Kabupaten Bantaeng yang luasnya hanya 0,8 persen dari luas Provinsi Sulawesi-Selatan ini berubah drastis sejak dibawah kepimpinan Nurdin Abdullah.

Tahun 2008 Nurdin Abdullah memenangkan pemilihan Bupati Bantaeng, disitulah pria yang kelahiran Pare Pare 7 fFebruari 1963 ini memulai kariernya menjadi seorang bupati dan memimpin lebih dari 170 jiwa rakyat Bantaeng.

Semenjak kepemimpinannya banyak yang sudah ditorehkan, seperti pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, bendungan yang sudah mencapai 98 persen, dan fasilitas kesehatan yang selalu unggul dibanding daerah lain. contohnya saja pembangunan Rumah Sakit Rujukan berlantai 9 dengan 240 kamar rawat inap yang terletak di pinggir pantai seruni

“Sebelum saya menyelasaikan masa jabatan saya pada bulan agustus 2018 yang akan datang, Insya Allah seluruh target-target pembangunan dan peningkatan ekonomi akan kita capai. “jelasnya.

Income perkapita Kabupaten Bantaeng tahun 2008 naik dari 5 juta menjadi 32 juta, pertumbuhan ekonomi dari 4,7 persen naik mencapai 9 persen tahun 2015, inflasi di Kabupaten Bantaeng juga hanya di bawah 2 persen.

“Ini semua bisa dicapai karena pembangunan Bantaeng berjalan secara simultan bukan hanya membangun kota tapi iuga membangun desa”. “ungkapnya lagi.

Perlu diketahui bahwa Kabupaten Bantaeng 74 persen tumbuh dari pertanian olehnya itu Bupati Bantaeng sendiri memprioritaskan pembangunan infrastruktur seperti jalan dan irigasi di desa- desa untuk mempermudah akses jalan bagi petani.

Kita tidak membuka lahan baru tapi optimalisasi lahan, jadi lahannya tetap tapi produksi yang naik tiga kali lipat, karena kita optimlaisasi di benih. Ada teknopark yang menghasilkan benih-benih unggul yang sudah dijual ke luar daerah. Benih tidak terganggu dengan pasokan impor jadi jika harga turun karena pasokan melimpah, harga benih tetap sehingga petani tidak merugi”.

Sebanyak 74 persen penyumbang terbesar PAD Bantaeng dari sektor pertanian. Pertumbuhan ekonomi yang sehat dimana pendapatan dan pengeluaran para petani itu berjalan setara atau seimbang.

Selain pertanian penyumbang kedua PAD di Kabupaten Bantaeng adalah sektor pariwisata, dimana tahun 2008 PADnya 34 juta menjadi 3 Milyar pertahun.

Sedangkan Rumah sakit PAD nya dari 600 juta tahun 2008 saat ini sudah mencapai 60 Milyar pertahun dan target PAD untuk Rumah Sakit yang baru dibangun ditargetkan mampu menghasilkan 150 Milyar pertahun. ” jelasnya.

Lanjut Nurdin Abdullah menegaskan jika proyek Smelter merupakan masa depan tanah air, untuk di Kabupaten Bantaeng sendiri sudah ada 2 Smelter yang sementara berjalan yakni PT Huady Alloy dan PT.Titan, sedangkan ada 7 perusahaan asing lainnya yang sudah menandatangai kerjasama dengan Kabupaten Bantaeng.

“Bayangkan saja bila satu smelter listrik 240 megawatt dari pajak penerangan jalan diatas 50 milyar pertahun, kalau semuanya jalan bisa dibayangkan kabupaten Bantaeng ke depan akan memiliki PAD luar biasa dan tidak pusing lagi dengan anggaran pembangunan”.

Dengan hadirnya smelter selain menciptakan lapangan kerja, nilai tambah ke daerah juga ada. Total saat ini investasi yang masuk ke Kabupaten Bantaeng mencapai 3 Triliun rupiah. “tegas Nurdin Abdullah.

( Awal Adrian)