Begini Makna Hari Kartini Bagi Guru SMPN 1 Batang

LINGKARTURATEA.COM, JENEPONTO,-Guru SMPN 1 Batang punya pandangan sendiri untuk memperingati Hari Kartini, yang jatuh setiap tanggal 21 April. Menurutnya, Kartini masa kini adalah seorang ibu rumah tangga. Sebab perjuangan mereka dalam mengurus anak, suami, dan juga kehidupan rumah tangga, butuh diapresiasi.

“Mungkin Kartini sekarang beda sama Kartini dulu. Kalau sekarang ibu rumah tangga juga bisa dibilang Kartini karena mereka itu bisa ngurus anak, ngurus suami dan bisa ngurus semuanya,” ujar Andi Inrawati saat ditemui pada Hari Kartini di SMPN 1 Batang, Camba-Camba, Kecamatan Batang, Jeneponto, SulSel, Sabtu (21/4/2018).

Lebih lanjut Andi Inrawati menuturkan, ibu rumah tangga sangat multi talenta. Setiap perjuangannya dalam mengurusi orang-orang terkasih, selalu dengan hati yang tulus tanpa pamrih.

“Yang pasti Kartini sekarang adalah Kartini Zaman Now haruslah wanita yang multi talenta namun feminin, tangguh tapi penuh kasih, pemimpin tapi tetap seorang ibu/istri/putri di keluarga, maju terus Indonesia dan semangat terus buat Kartini Indonesia,” ujar Andi Inrawati.

Hal yang sama disampaikan Satriani, juga berbagi pemikiran di Hari Kartini kali ini. Menurut Satriani, Kartini kali ini harus pemberani dan siap menerima tantangan apapun, terutama dalam dunia kerja.

“Untuk para wanita Indonesia jangan takut menerima tantangan jika ada peluang baik jalankan saja, laksanakan secara professional, jangan membatasi diri, karena kita wanita sebetulnya multi talenta,” ujar Satriani kepada lingkarturatea.com, Sabtu (21/4/2018).

Bahkan Satriani mengklaim sebenarnya wanita lebih tangguh daripada laki-laki. “Yang sudah punya keluarga, yang punya anak, kami multi talenta. Hidup wanita, lebih kuat,” ujar Satriani dengan semangat.

Satriani menambahkan jika wanita saat ini harus memperjuangkan kesetaraan atau equality tanpa melupakan harkatnya sebagai wanita baik dari sisi budaya maupun agama.

“Itu berarti wanita yang berkarya dan berjuang setara dengan laki-laki untuk mendapatkan haknya setara dengan laki-laki,” tambahnya.

Namun sebagai wanita yang menjadi ibu dan/atau istri, wanita juga mempunyai tanggung-jawab mendukung laki-laki yang menjadi suami dan imam rumah tangga serta bertanggung-jawab penuh membesarkan dan mendidik anak,
“tegasnya.

Penulis: Ali
Editor: Aiman