Dua Program Unggulan MTs Al-Falah Raih Penghargaan Sebagai Sekolah Adiwiyata

LINGKARTURATEA.COM, JENEPONTO, – Setelah meraih penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat kabupaten Jeneponto dari Bapak Bupati Jeneponto tahun lalu, kembali pada bulan September tahun 2017 MTs Al-Falah Arungkeke raih penghargaan dari Gubernur Sulawesi Selatan sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi.
Penyerahan Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh  Sekretaris Daerah prov. Sulawesi Selatan yang didampingi Kepala Dinas KLH prov. Sulawesi Selatan di Makasar.

Penghargaan sebagai sekolah adiwiyata tingkat provinsi merupakan signal bahwa MTs Al-Falah akan mewakili Sulawesi Selatan ke tingkat nasional.

Oleh karena itu MTs Al-Falah Arungkeke akan terus berbenah dan aktif melaksanakan kegiatan yang berwawasan lingkungan hidup, yakni kegiatan daur ulang pemasangan biopori dan Bedah Film tentang Lingkungan Hidup. Demikian diungkapkan kepala sekolah MTs Al-Falah Arungkeke kecamatan Arungkeke kabupaten Jeneponto, Kasmawati, S.Ag saat di temui lingkarturatea.com di kantornya, kamis(16/11/17).

Lanjut Kasmawati menjelaskan bahwa Biopori adalah lubang resapan yang dibuat dengan sengaja berukuran (diameter 10 sampai 30 cm dan panjang 30 sampai 100 cm) yang ditutupi sampah organik yang berfungsi sebagai penyerap air ke tanah dan membuat kompos alami.

Sedangkan bedah film tentang Lingkungan Hidup, biasanya kita hanya mendengar tentang istilah bedah buku. Mengapa bedah Film? Alasannya karena film sebagai produk teknologi audio visual lebih menarik dan mudah untuk disimak dibanding buku, apalagi sekarang jamannya generasi muda demam gadget dan android mobile dengan berbagai fasilitas yang dimilikinya. Oleh karena itu minat tersebut diarahkan ke hal yang positif dengan mengadakan program bedah film. ” jelas Kasmawati”.

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni Al-Falah, Chesya Susilo Pramesti didampingi ketua OSIM mts Al-Falah Abdul Gaffar kepada lingkarturatea.com mengatakan jika sangat mengapresiasi kegiatan pengembangan wawasan lingkungan hidup ini. Implementasi dukungan kami adalah kerjasama dalam kegiatan Bedah Film ini dengan pengurus OSIM sekarang. Melalui Program Bedah Film bertema Lingkungan Hidup ini diharapkan pertama; para siswa-siswi dapat mengembangkan wawasannya dengan mengeksplore kemampuan berpikir dan berdiskusi bersama sesama siswa bahkan berdiskusi dengan kakak-kakak alumni.
Kedua, dengan tema film Lingkungan hidup ini diharapkan dapat memperkuat karakter kesadaran, kepedulian dan kecintaan kepada lingkungan madrasah dan sekitarnya bagi teman-teman di madrasah. “kata Chesya”.

(H4M51L)