30 Aparatur Bidang Penyuluhan Pertanian Mengikuti Diklat Pengembangan Holtikultura

LINGKARTURATEA.COM, LUTIM,-Tanaman Holtikultura selain sebagai sumber vitamin, mineral, protein, komoditas ini juga memiliki potensi dan peluang usaha yang dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Untuk mendukung peluang usaha tersebut, sebanyak 30 Aparatur Sipil Negara Bidang Penyuluhan Pertanian di lingkungan pemerintah daerah Luwu Timur, mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) pola pengembangan komoditi holtikultura di Aula Hotel Sikumbang, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, Senin (09/07/2018). [caption id="attachment_776" align="alignnone" width="540"] Peserta Diklat pengembangan holtikultura pemerintah Kabupaten Luwu Timur[/caption] Kegiatan Diklat yang dilaksanakan dari tanggal 9 hingga 13 Juli 2018 ini, bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku Gowa. Diklat pola pengembangan komoditi holtikultura itu dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan Pemkab Luwu Timur, Askar, yang mewakili Bupati Luwu Timur. Kepala BKPSDM Luwu Timur, Kamal Rasyid mengatakan, tujuan Diklat, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan aparatur bidang penyuluhan pertanian untuk mendukung tugas dalam membina para petani dilapangan. "Untuk mengembangkan tanaman holtikultura agar dapat berhasil dangan baik, diperlukan pengetahuan yang lebih mendalam terhadap permasalahan holtikultura," ujar Kamal Rasyid. Sementara Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan, Askar mengungkapkan, salah satu fokus pengembangan sektor pertanian saat ini adalah tanaman holtikultura, karena jenis tanaman ini memiliki prospek yang sangat baik. "Tanaman holtikultura memperoleh perhatian besar karena telah terbukti sebagai sumber pertumbuhan baru disektor pertanian," ujar Askar saat menyampaikan sambutan Bupati. Lanjut Askar berpesan pada peserta Diklat, agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan baik sehingga ilmu yang didapatkan dapat diimplementasikan di lapangan. Penulis: Albadru

LINGKARTURATEA.COM, LUTIM,-Tanaman Holtikultura selain sebagai sumber vitamin, mineral, protein, komoditas ini juga memiliki potensi dan peluang usaha yang dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat.

Untuk mendukung peluang usaha tersebut, sebanyak 30 Aparatur Sipil Negara Bidang Penyuluhan Pertanian di lingkungan pemerintah daerah Luwu Timur, mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) pola pengembangan komoditi holtikultura di Aula Hotel Sikumbang, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, Senin (09/07/2018).

Peserta Diklat pengembangan holtikultura pemerintah Kabupaten Luwu Timur

Kegiatan Diklat yang dilaksanakan dari tanggal 9 hingga 13 Juli 2018 ini, bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku Gowa.

Diklat pola pengembangan komoditi holtikultura itu dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan Pemkab Luwu Timur, Askar, yang mewakili Bupati Luwu Timur.

Kepala BKPSDM Luwu Timur, Kamal Rasyid mengatakan, tujuan Diklat, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan aparatur bidang penyuluhan pertanian untuk mendukung tugas dalam membina para petani dilapangan.

“Untuk mengembangkan tanaman holtikultura agar dapat berhasil dangan baik, diperlukan pengetahuan yang lebih mendalam terhadap permasalahan holtikultura,” ujar Kamal Rasyid.

Sementara Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan, Askar mengungkapkan, salah satu fokus pengembangan sektor pertanian saat ini adalah tanaman holtikultura, karena jenis tanaman ini memiliki prospek yang sangat baik.

“Tanaman holtikultura memperoleh perhatian besar karena telah terbukti sebagai sumber pertumbuhan baru disektor pertanian,” ujar Askar saat menyampaikan sambutan Bupati.

Lanjut Askar berpesan pada peserta Diklat, agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan baik sehingga ilmu yang didapatkan dapat diimplementasikan di lapangan.

Penulis: Albadru