Pemkab Jeneponto Diduga Tak Mampu Atasi Banjir

LINGKARTURATEA.COM, JENEPONTO,-Pemerintah Kabupaten Jeneponto nampakya belum berdaya mengatasi banjir yang sudah menjadi langganan belasan tahun ini. Genangan air hingga setinggi lutut orang dewasa seakan menjadi pemandangan rutin di depan Pasar Sentral Karisa Kabupaten Jeneponto tatkala musim penghujan mengguyur jantung kota. Seperti yang baru saja terjadi, guyuran hujan selama kurang lebih dua jam memicu sejumlah ruas jalan kota dan jalur protokoler di Kota Jeneponto, SulSel ini tergenang air. Bahkan banjir tengah kota yang menjadi langganan kota Jeneponto tersebut semakin meluas.

“Sejak turun hujan langsung terjadi genangan air. Awalnya cuma sebatas mata kaki, namun karena hujan berlangsung kurang lebih dua jam, akhirnya bertambah hingga 40 centimeter. Bertahun- tahun kondisi ini mengganggu pengguna jalan,” kata Murni warga Jalan Pahlawan, Karisa Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Jeneponto.

Dia meyakini, genangan banjir ini terjadi akibat buruknya penataan saluran drainase oleh pihak pemkab. Selain tersumbat, ukuran saluran air di sepanjang jalan tengah kota juga terlalu kecil. Genangan air selain di jalan Pahlawan depan Pasar Sentral Karisa dan di depan Kantor Pegadaian Jeneponto juga selalu terjadi di jalan Pelita (Taman Turatea). “Ini sebenarnya PR yang mestinya bisa segera diatasi. ” tambahnya.

Namun entah kenapa, lanjutnya, pemkab sepertinya tak malu dan tak peduli dengan kondisi ini. “Padahal, banjir itu terjadi persis di jalur protokoler, bahkan ada di depan rumah jabatan bupati dan sekitarnya.” akunya heran.

Sampai hari ini Pemkab Jeneponto belum juga mengambil tindakan terkait permasalahan ini. “ Dari dulu cuma mengatakan akan menyelesaikan dengan memperbaiki drainase yang ada di wilayah kota, sampai kapan janji tersebut akan dilakukan, apakah sampai menunggu banjir setinggi dada,” timpal arif.

Lokasi banjir di depan Kantor Pegadaian Jeneponto jalan Pahlawan

Apalagi banjir di depan Kantor Pegadaian yang sudah mengakibatkan arus lalu lintas dari arah Bantaeng menuju Kota Makassar mengalami kemacetan, begitupun arah sebaliknya.
Pengguna jalan harus lebih berhati-hati sebab di tengah badan jalan ada lubang yang cukup dalam berdiameter 30 cm sampai satu meter tertutupi dengan banjir, sehingga sangat membahayakan keselamatan bagi para pengguna jalan saat melintas di jalan tersebut. ” tegas Arif.

Sementara Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kab. Jeneponto, Ikrar Ishak Iskandar yang dihubungi lingkarturatea.com melalui telepon selularnya ternyata tidak berhasil dikonfirmasi.

(Rauf)